Strategi Baru Meta Lepas dari Bayang-bayang Nvidia

Kompas.com, 27 Februari 2026, 19:02 WIB
Reska K. Nistanto

Penulis

KOMPAS.com - Persaingan vendor chip kecerdasan buatan (AI) global kian sengit. Hanya beberapa hari setelah memperluas kontrak raksasa dengan Nvidia, Meta kini mengumumkan kerja sama strategis baru dengan pesaing utamanya, Advanced Micro Devices (AMD).

Meta berkomitmen untuk menggelontorkan dana fantastis guna menyebarkan infrastruktur chip GPU (Graphics Processing Unit) kustom buatan AMD dengan kapasitas daya mencapai 6 gigawatt (GW).

CEO AMD, Lisa Su, secara terang-terangan menyebut kesepakatan bernilai lebih dari 100 miliar dollar AS (Rp 1.600 triliun) ini sebagai salah satu kesepakatan paling transformatif dalam sejarah perusahaannya.

Baca juga: Meta Pilih Setia dengan Nvidia, Borong Jutaan Chip AI

Kesepakatan antara kedua raksasa teknolohi ini sekaligus menempatkan AMD tepat di pusat pusaran pembangunan infrastruktur AI dunia.

Bagi Meta, diversifikasi perangkat keras ini adalah langkah esensial agar perusahaan tidak bergantung secara mutlak pada satu vendor saja di tengah tren AI.

Perwakilan Meta menegaskan bahwa dengan skala komputasi masif yang sedang mereka bangun, selalu ada ruang untuk arsitektur chip kustom internal, chip dari Nvidia, sekaligus chip dari AMD untuk menangani beban kerja penalaran yang berbeda-beda.

Opsi saham dan arsitektur kustom

Pengiriman chip untuk kapasitas 1 gigawatt pertama dijadwalkan akan mulai bergulir pada paruh kedua tahun 2026. Meta akan mendayagunakan chip akselerator kustom yang dibangun berbasis AMD Instinct MI450.

Baca juga: AMD Rilis Ryzen AI 400 Series di CES 2026, Fokus Performa AI dan Laptop Copilot+

GPU supercepat ini akan disandingkan dengan CPU AMD EPYC generasi ke-6 dan dirakit di dalam arsitektur rak komputasi bernama Helios.

Menariknya, kemitraan strategis ini tidak sekadar soal jual-beli perangkat keras. Guna mengikat kerja sama jangka panjang, AMD turut menyertakan opsi waran (warrant) kinerja yang memberikan hak kepada Meta untuk membeli hingga 160 juta lembar saham AMD.

Namun, opsi ini dicairkan secara bertahap dengan syarat dan tolok ukur yang sangat ketat, seperti dikutip KompasTekno dari CNBC.

Meta baru bisa mengeksekusi saham tersebut apabila mereka sukses merealisasikan target adopsi infrastruktur chip hingga level 6 gigawatt, sekaligus jika valuasi saham AMD berhasil meroket menembus ambang batas 600 dollar AS per lembar.

Mendua dari Nvidia

Langkah "mendua" Meta ini-dengan menggandeng AMD, bukan hanya Nvidia-disebut sejalan dengan rencana belanja modal (capex) masif mereka di tahun 2026 yang dikabarkan menembus angka 135 miliar dollar AS.

Lewat strategi diversifikasi vendor semacam ini, Meta berupaya keras mengamankan takhta komputasi masa depan tanpa harus tersandera oleh satu merek produsen chip saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau