Google Bongkar Serangan 100.000 Prompt ke Gemini, Upaya Kloning AI Terkuak

Kompas.com, Diperbarui 02/03/2026, 06:09 WIB
Marsha Bremanda,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber PCMag

KOMPAS.com - Google mengungkap adanya upaya peretasan (hack) terhadap chatbot kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) miliknya, Gemini. 

Upaya tersebut dilakukan dengan membanjiri sistem Gemini menggunakan ribuan prompt khusus yang dirancang untuk mengungkap logika dan proses penalaran internal chatbot. 

Google menjelaskan, serangan ini merupakan bagian dari praktik reverse-engineering, yakni upaya merekayasa ulang cara kerja logika model AI berpemilik agar dapat dikloning. 

Informasi mengenai peretasan ini diungkap Google dalam sebauh laporan yang membahas berbagai bentuk aktivitas berbahaya dan penyalahgunaan terhadap Gemini. 

Baca juga: AI Gemini 3.1 Pro Hadir, Google Tantang Dominasi GPT dan Claude

Dalam laporan tersebut, Google menjelaskan bahwa serangan ribuan prompt itu bukan dilkaukan melalui peretasan konvensional seperti membobol sistem perusahaan. 

Sebaliknya, pelaku (hacker) justru memanfaatkan akses resmi melalui API Gemini yang memang disediakan Google bagi pengembang perangkat lunak untuk membangun aplikasi berbasis chatbot.

Google menyebut, cara itu yang kemudian memungkinkan pelaku meluncurkan aksinya dengan berinteraksi secara sah dengan model AI, lalu secara bertahap mempelajari pola respons dan logika internal Gemini. 

Seperti yang diketahui, dalam kondisi normal, AI Gemini hanya akan menampilkan jawaban akhir yang diberikan pengguna tanpa memperlihatkan proses penalaran di baliknya. 

Namun kata Google, para hacker tersebut berupaya memaksa model untuk menampilkan seluruh proses penalaran tersebut melalui prompt yang disusun secara spesifik dan berulang. 

Ilustrasi Gemini AIGoogle Ilustrasi Gemini AI

Adapun salah satu prompt yang teridentifikasi Google yaitu, pelaku menginstruksikan Gemini untuk menggunakan bahasa dalam konten penalarannya sepenuhnya konsisten dengan bahasa utama pengguna. 

Baca juga: Startup China Bikin Model AI yang Beda dari OpenAI dan Google Gemini

Google mencatat, lebih dari 100.000 prompt dikaitkan langsung dengan upaya ekstraksi model tersebut, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari PCMag.

Dinilai curi kekayaan intelektual 

Menurut Google, aktivitas pembanjiran prompt tersebut dikategorikan sebagai bentuk pencurian kekayaan intelektual (intellectual property/IP). Perusahaan juga menegaskan, praktik tersebut telah melanggar ketentuan layanan (Terms of Service/ToS) layanan AI Gemini. 

Atas pelanggaran itu, Google menyatakan bahwa pihaknya berhak mengambil tindakan dengan menghentikan akses ke pengguna yang terbukti terlibat. Google juga mengingatkan kepada pengembang AI lain untuk mewaspadai serangan ekstraksi model yang sama.

Meski dampaknya tidak langsung terasa, Google menilai bahwa serangan semacam ini berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan komersial maupun aktivitas siber yang berbahaya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau