Meta Rilis Fitur "Pelindung Konten", Kreator Facebook Bisa Lawan Akun Tukang Copas

Kompas.com, 16 Maret 2026, 10:02 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Fenomena akun peniru dan konten yang disalin sudah lama menjadi keluhan para kreator di media sosial. Tidak jarang sebuah video atau foto yang dibuat dengan susah payah justru diunggah ulang oleh akun lain, bahkan tanpa izin.

Untuk mengatasi masalah ini, Meta meluncurkan fitur Content Protection versi upgrade. Fitur ini dirancang untuk membantu kreator di Facebook lebih mudah mendeteksi akun peniru (copycat) dan konten yang menyalin karya mereka.

Menurut Meta di laman resmi Meta Newsroom, fitur tersebut merupakan peningkatan dari Content Protection, tools yang sebelumnya diperkenalkan Meta untuk membantu kreator melindungi karya mereka di platform.

Lewat Content Protection versi lebih canggih, kreator dapat melihat konten yang diduga menyalin karya mereka sekaligus melaporkannya dengan lebih mudah dari satu dashboard.

Baca juga: Meta Blokir 150.000 Akun Jaringan Scam Asia Tenggara, 21 Pelaku Ditangkap

Perusahaan teknologi yang didirikan Mark Zuckerberg mengatakan langkah ini diambil untuk memberi kreator lebih banyak kontrol atas karya mereka sekaligus mengurangi maraknya akun tukang tiru di Facebook.

Meta meluncurkan fitur Content Protection versi upgrade. Fitur ini dirancang untuk membantu kreator di Facebook lebih mudah mendeteksi akun peniru (copycat) dan konten yang menyalin karya mereka. Fitur tersebut merupakan peningkatan dari Content Protection, tools yang sebelumnya diperkenalkan Meta untuk membantu kreator melindungi karya mereka di platform.
Meta Newsroom Meta meluncurkan fitur Content Protection versi upgrade. Fitur ini dirancang untuk membantu kreator di Facebook lebih mudah mendeteksi akun peniru (copycat) dan konten yang menyalin karya mereka. Fitur tersebut merupakan peningkatan dari Content Protection, tools yang sebelumnya diperkenalkan Meta untuk membantu kreator melindungi karya mereka di platform.

Lewat Content Protection versi lebih canggih, kreator dapat melihat konten yang diduga menyalin karya mereka sekaligus melaporkannya dengan lebih mudah dari satu dashboard.
Meta Newsroom Lewat Content Protection versi lebih canggih, kreator dapat melihat konten yang diduga menyalin karya mereka sekaligus melaporkannya dengan lebih mudah dari satu dashboard.

Perangi akun copycat dan konten duplikat

Upaya ini bukan tanpa alasan. Meta menyebut, praktik peniruan konten masih cukup marak di platform media sosial mereka.

Sepanjang 2025 saja, Meta mengaku telah menghapus lebih dari 20 juta akun yang meniru kreator populer.

Setelah berbagai langkah penindakan dilakukan, laporan terkait akun penjiplak terhadap kreator besar disebut turun sekitar 33 persen.

Selain menghadirkan tools baru untuk melaporkan akun peniru, raksasa media sosial yang berbasis di Menlo Park, California, AS ini juga memperbarui pedoman mengenai konten original di Facebook.

Dalam aturan baru tersebut, konten dianggap asli jika dibuat atau direkam langsung oleh kreator pemilik akun.

Sebaliknya, konten yang hanya menyalin alias copas karya orang lain dengan perubahan kecil, misalnya menambahkan teks, mengganti kecepatan video, atau memberi bingkai tambahan, tidak lagi dianggap sebagai konten karya sendiri.

Konten semacam ini akan diprioritaskan lebih rendah di Feed dan Reels, sehingga jangkauannya atau engagement-nya berpotensi lebih kecil.

Sebaliknya, kreator yang membuat konten sendiri atau mengolah ulang konten dengan nilai kreatif tambahan, misalnya dengan analisis, penjelasan baru, atau sudut pandang berbeda, tetap berpeluang mendapatkan distribusi yang lebih luas.

Baca juga: Mark Zuckerberg Ingin Bangun AGI, AI yang Tiru Otak Manusia

Angkat karya kreator asli

Ilustrasi Facebook LiveManycams.com Ilustrasi Facebook Live

Meta mengatakan, langkah untuk memprioritaskan konten karya kreator sendiri mulai menunjukkan hasil.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau