Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Membandingkan Selera Makan Donald Trump dan Kim Jong Un

Kompas.com, 11 Juni 2018, 15:22 WIB
Silvita Agmasari,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Diplomasi di meja makan bukan hal asing di dunia politik. Dari meja makan, hubungan yang tegang dapat dicairkan oleh makanan yang menggiurkan.

Filosofi makanan yang disajikan bahkan bisa menyampaikan maksud politik secara implisit.

Begitu pula pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang rencananya diselenggarakan pada Selasa (12/6/2018).

Baca juga: Intip Uniknya Kebiasaan Makan Kim Jong Un

Tidak menutup kemungkinan makan bersama bisa menjadi agenda pertemuan dua orang yang lama berseteru lewat media sosial ini.

Namun, diplomasi makan menjadi hal yang menantang bagi Trump dan Kim Jong Un. Sebab, keduanya punya selera makan yang sangat berbeda. Seperti penjelasan berikut.

Makanan

Trump doyan menyantap makanan dari restoran cepat saji jaringan Amerika Serikat. Sebut saja burger Bic Mac, Filet-O-Fish, chocolate shake, ayam goreng KFC, dan pizza.

Satu-satunya makanan favorit Trump yang tidak dari restoran cepat saji adalah steak. Itu pun harus disantap dengan saus tomat.

Rosti ketang Swis bergaya Korea. Makanan pembuka ini adalah sentuhan Korea dengan gaya klasik Swiss. Ini menggambarkan masa muda Kim Jong Un, ketika ia belajar di luar negeri, tepatnya di Swiss.
The Guardian Rosti ketang Swis bergaya Korea. Makanan pembuka ini adalah sentuhan Korea dengan gaya klasik Swiss. Ini menggambarkan masa muda Kim Jong Un, ketika ia belajar di luar negeri, tepatnya di Swiss.

Beda 180 derajat dengan Trump, Kim Jong Un doyan menyantap hidangan mewah. Selera makan Kim Jong Un terbilang berkelas tinggi.

Baca juga: Daftar Makanan Kesukaan Donald Trump, Ada Juga di Indonesia

Ia suka menyantap sushi segar, dan makanan berkualitas super dari tiap negara. Misalnya, daging babi impor Denmark, kaviar impor Iran, melon dari China, ataupun daging sapi kobe dari Jepang. Camilan favorit Kim Jong Un adalah keju emmental dari Swedia.

Minuman

Minuman favorit Trump adalah Diet Coke. Setiap hari, Trump dapat meminum 12 kaleng Diet Coke.

Cukup mengejutkan karena ternyata Trump tidak suka minum minuman beralkohol. Padahal, keluarganya memiliki merek vodka dan produksi wine sendiri di Virginia, Amerika Serikat.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kejutan kue ulang tahun lebih awal di kediaman resmi PM Singapura, Istana, pada Senin (11/6/2018). (Twitter/Vivian Balakrishnan) Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kejutan kue ulang tahun lebih awal di kediaman resmi PM Singapura, Istana, pada Senin (11/6/2018). (Twitter/Vivian Balakrishnan)

Lagi-lagi soal selera minuman, Kim Jong Un berbeda dengan Trump. Selera minum Kim Jong Un tidak kalah tinggi dengan selera makannya.

Ia suka meminum kopi dari biji kopi Brasil kualitas terbaik, anggur merah, dan cognac dari Perancis, dan champagne merek terbaik.

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau