KOMPAS.com - Seorang calon penumpang pesawat Air Asia dari Malaysia membagikan pengalamannya yang mendapat penjadwalan ulang alias reschedule sebanyak dua kali dari maskapai.
Akibatnya, ia terpaksa harus menambah masa tinggal dan membayar tambahan sewa akomodasi untuk dua hari.
"Kami sudah berusaha untuk menelepon CS-nya, tapi tidak bisa, karena kalau dari aplikasinya, hanya ada robot, bukan manusia," kata Shierine Wibawa, salah satu penumpang Air Asia yang terdampak reschedule, kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2026).
Shierine bercerita, pemberitahuan reschedule sebanyak dua kali ini ia terima untuk penerbangannya dari Malaysia menuju Surabaya.
Sebelumnya, ia melakukan perjalanan untuk mengisi libur Lebaran dengan rute Surabaya - Batam - Singapura - Malaysia - dan kembali ke Surabaya.
Katanya, perjalanan hingga tiba di Singapura berjalan lancar, namun informasi reschedule tiket dari Malaysia ke Singapura untuk penerbangan tanggal 29 Maret 2026 ia peroleh pada saat masih berada di Singapura.
Baca juga: Mulai Rp 1,3 Jutaan, Air Asia Hadirkan Rute Jakarta-Perth 6 Kali Seminggu
Tepatnya pada tanggal 20 Maret 2026, sembilan hari sebelum tanggal keberangkatan.
Dari informasi reschedule pertama, ia diinformasikan bahwa penerbangan Air Asia QZ-327 dari Kuala Lumpur ke Surabaya digeser ke tanggal 30 Maret 2026, pukul 21.55 waktu setempat.
Kemudian, satu hari sebelum keberangkatan, yakni pada 29 Maret 2026, pukul 5 sore waktu setempat, ia kembali mendapat informasi bahwa penerbangan di-reschedule ke tanggal 31 Maret 2026, pukul 04.5 waktu setempat.
Baca juga: Syarat Bagasi Kabin Air Asia, Maksimal 7 Kilogram dan Ketentuan Ukuran
Kata Shierine, sebelum melakukan perjalanan, ia sudah membeli tiket hingga penerbangan kembali ke Surabaya, berikut akomodasi selama perjalanan.
Ia menargetkan akan tiba kembali di Surabaya pada Sabtu (29/3/2026), sebab ia sudah kembali bekerja pada Minggu (30/3/2026).
"Karena tanggal 30 kami sudah masuk kerja lagi, ini kami harus menambah libur satu hari. Lalu sekarang ada kemungkinan harus libur lagi yang kedua," ujar Shierine.
Baca juga: Tiket Rute Baru Air Asia Surabaya-Pekanbaru Mulai dari Rp 799.000
Akibat penundaan penerbangan selama dua hari tersebut, Shierine mengaku harus membayar biaya tambahan untuk akomodasi selama dua hari di Malaysia.
Katanya, saat menerima informasi reschedule pertama, ia sempat mempertimbangkan untuk membeli tiket pesawat yang baru, supaya bisa tetap terbang ke Surabaya tanggal 29 Maret.
Namun sayangnya, harga tiket pesawat dari Kuala Lumpur ke Surabaya sudah kepalang mahal, yakni mencapai Rp 6 juta per orang.
Baca juga: Turis Malaysia Doyan Wisata ke PIK, sampai Buka Jastip Barang Lokal