Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam

Kompas.com, 1 April 2026, 12:08 WIB
Afif Khoirul Muttaqin,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.COM – Malang Raya, Jawa Timur, tak pernah kehabisan tempat wisata. Wilayah ini dikelilingi panorama alam yang bikin mata "segar" dan pikiran tenang. 

Dari hamparan kebun teh hingga gugusan perbukitan, bisa ditemukan di wilayah ini. 

Baca juga: 

Bila butuh healing dan ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk kota, Malang punya tempat-tempat tersembunyi yang menawarkan pemandangan alam.

Berikut rekomendasi tempat wisata di Malang yang paling pas buat menikmati pemandangan alam dari ketinggian.

Tempat wisata Malang Raya dengan pemandangan alam

1. Bukit Budug Asu (Lereng Gunung Arjuno)

Terletak di kawasan Lawang di Kabupaten Malang, bukit ini adalah favorit bagi para pencinta petualangan. Untuk mencapai puncaknya, kamu bisa berjalan kaki atau menggunakan kendaraan off-road. 

Sesampainya di atas, kamu akan disuguhi hamparan sabana dan pemandangan Gunung Arjuno.

2. Puncak Bundu (Bukit Purwo)

Puncak Bundu Malang. Simak rekomendasi tempat wisata di Malang Raya dengan pemandangan alam terbaik, dari kebun teh hingga bukit ala Swiss.instagram.com/fellaarinda_ Puncak Bundu Malang. Simak rekomendasi tempat wisata di Malang Raya dengan pemandangan alam terbaik, dari kebun teh hingga bukit ala Swiss.

Sering disebut sebagai "Lantai Dua-nya Malang", Puncak Bundu di Kabupaten Malang menawarkan pemandangan sungai yang berkelok-kelok dengan latar belakang pegunungan. 

Spot ini sangat fotogenik, terutama saat matahari terbit atau tenggelam, karena posisinya yang sangat terbuka tanpa penghalang.

Baca juga:

3. Kebun Teh Wonosari

Kebun teh Wonosari. Simak rekomendasi tempat wisata di Malang Raya dengan pemandangan alam terbaik, dari kebun teh hingga bukit ala Swiss.KOMPAS.COM/Imron Hakiki Kebun teh Wonosari. Simak rekomendasi tempat wisata di Malang Raya dengan pemandangan alam terbaik, dari kebun teh hingga bukit ala Swiss.

Masih di kawasan Lawang di Kabupaten Malang, kebun teh ini adalah destinasi klasik yang tak lekang oleh waktu. Kamu bisa berjalan menyusuri tea walk di jembatan kayu yang membelah hamparan tanaman teh.

Udaranya yang sangat bersih dan pemandangan serba hijau sangat efektif untuk meredakan stres.

Halaman:


Terkini Lainnya
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau