Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aktivitas Wisata Alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Tutup saat Lebaran

Kompas.com, 12 Maret 2026, 15:00 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Seluruh aktivitas wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditutup sementara saat Lebaran 2026.

"Iya ini (wisata alam) ditutup dalam rangka Hari Raya Idul Fitri hari pertama," kata Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Agus Denie saat Kompas.com konfirmasi pada Kamis (12/3/2026).

Lebih lanjut disampaikan, aktivitas wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akan kembali dibuka keesokan harinya, yakni pada 21 Maret 2026.

Baca juga: 3 Jalur Pendakian Resmi Gunung Gede Pangrango, Simak Jarak ke Puncak

Ia menambahkan, bahwa aktivitas pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango saat ini masih ditutup sampai 31 Maret 2026.

Pemberitahuan penutupan wisata alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango disampaikan melalui Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2026.

"Kegiatan wisata alam di seluruh kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ditutup sementara pada tangga 20 Maret 2026," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Sadtata Noor Adirahmant dalam surat edaran, dikutip Kamis.

Pendakian TNGGP tutup hingga 31 Maret 2026

Pemandangan gunung Gede dan gunung Pangrango dari Cibodas,Cianjur, Jawa Barat.Firmansyah/Volunteer Panthera@ Pemandangan gunung Gede dan gunung Pangrango dari Cibodas,Cianjur, Jawa Barat.
Sebelumnya diberitakan Kompas.com, aktivitas pendakian di TNGGP ditutup sementara hingga 31 Maret 2026.

Penutupan ini berlaku efektif untuk seluruh pintu masuk pendakian, meliputi jalur Pos Cibodas, Pos Gunung Putri di Cianjur, serta Pos Salabintana di Sukabumi. Langkah ini diambil untuk menjaga kelestarian alam serta keselamatan para pendaki.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala Balai Besar TNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta, dijelaskan bahwa penutupan sementara dilakukan dengan mempertimbangkan pemulihan ekosistem di dalam kawasan taman nasional.

“Dan juga dengan mempertimbangkan keselamatan pengunjung terkait kondisi cuaca ekstrem, sehingga perlu ditetapkan surat edaran tentang penutupan kawasan ini dari aktivitas pendakian untuk umum,” demikian isi surat edaran tersebut, dikutip Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Masyarakat maupun calon pendaki diminta untuk menaati kebijakan tersebut.

Baca juga: Aturan Baru Pendakian Gunung Gede Pangrango: Pendaki Wajib Pakai Gelang RFID

Pihak BBTNGGP juga meminta pendaki tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ilegal atau mendaki melalui jalur tikus selama periode penutupan.

Pihak pengelola menegaskan tidak akan segan memberikan sanksi berat bagi siapa pun yang melanggar aturan tersebut.

"Sanksi administratif berupa denda lima kali lipat dan dikenai blacklist atau larangan melakukan aktivitas pendakian selama dua tahun,” ujar Denie kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Kamis (5/2/2026).

Denie mengajak para pecinta alam untuk menjadi pendaki yang cerdas dengan senantiasa menaati aturan demi kelestarian ekosistem gunung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau