KOMPAS.com - Pemerintah Inggris tengah mengkaji kebijakan baru berupa pungutan biaya masuk museum bagi wisatawan asing.
Dilansir dari The Guardian, wacana ini muncul sebagai bagian dari upaya mencari sumber pendanaan baru untuk sektor seni yang tengah mengalami tekanan finansial.
Pemerintah menilai perlu ada solusi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan museum dan institusi budaya.
Baca juga: Ada Kota Bernuansa Inggris di China, Seperti Apa Bentuknya?
Selama ini, museum nasional di Inggris tidak memiliki biaya masuk, gratis bagi semua pengunjung sejak 2001.
Kebijakan tersebut dinilai berhasil meningkatkan jumlah kunjungan serta memperluas akses masyarakat terhadap seni dan budaya.
Namun, dalam evaluasi baru-baru ini terhadap sistem pendanaan seni melalui Arts Council England, muncul usulan agar wisatawan internasional dikenakan biaya masuk untuk koleksi permanen museum.
Baca juga: Makin Mudah, Orang Indonesia ke Inggris Kini Pakai Visa Elektronik
Langkah ini dinilai dapat membantu meningkatkan pendapatan sektor budaya yang selama ini bergantung pada dana publik.
Selain opsi tiket masuk, pemerintah juga mempertimbangkan alternatif lain seperti pajak turis melalui hotel (hotel levy) sebagai sumber pendanaan tambahan.
Bahkan, survei menunjukkan sekitar 72 persen masyarakat mendukung skema pajak turis untuk menjaga museum tetap gratis bagi publik.
Baca juga: Inggris Wanti-wanti Warga Negara yang Punya Paspor Ganda Mulai 25 Februari
Meski demikian, wacana ini menuai kritik dari sejumlah pihak.
Direktur Cultural Policy Unit, Alison Cole, menilai kebijakan tersebut bukanlah solusi yang tepat dan justru berpotensi merugikan sektor pariwisata.
Ia menilai pajak turis lebih efektif dibandingkan membebankan biaya langsung kepada pengunjung museum.
Baca juga: Jangan Salah! Ada Aturan Baru Liburan ke Inggris, 85 Negara Wajib ETA
Penolakan juga datang dari pelaku industri seni.
Mereka berargumen bahwa kebijakan tiket gratis selama ini berkontribusi besar terhadap reputasi internasional Inggris sebagai negara dengan akses budaya terbuka.
Selain itu, museum gratis dinilai mendorong wisatawan untuk tetap datang dan membelanjakan uang mereka di sektor lain seperti hotel, transportasi, dan restoran.
Baca juga: Tak Perlu ke Inggris, Diagon Alley Kini Ada di Jatim Park 3, Spot Favorit Potterhead
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa keputusan akhir belum diambil.
Opsi ini masih dalam tahap kajian bersama pelaku sektor museum untuk melihat potensi manfaat dan dampaknya secara menyeluruh.
Jika diterapkan, kebijakan ini akan menjadi perubahan besar dalam sistem akses museum di Inggris yang selama lebih dari dua dekade dikenal terbuka gratis bagi semua kalangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang