Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

10 Wisata Sejarah di Malang, Ada Museum dan Masjid Tertua

Kompas.com, 27 Maret 2026, 18:00 WIB
Devi Ramadhany,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi


KOMPAS.com -  Kota Malang memiliki beragam destinasi wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi saat libur Lebaran.

Tak hanya menawarkan nilai edukasi, tempat-tempat ini juga menyuguhkan pengalaman wisata yang kaya akan cerita masa lalu.

Berikut 10 rekomendasi wisata sejarah di Malang

1. Museum Singhasari

Museum Singhasari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.KOMPAS.COM/Imron Hakiki Museum Singhasari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Museum ini menjadi tempat penting untuk mengenal peninggalan Kerajaan Singasari atau Tumapel.

Berlokasi di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, museum seluas sekitar 3.000 meter persegi ini menyimpan berbagai artefak bersejarah.

Pengunjung dapat melihat arca Mahakal, Mahisha, Ganesha, Durga gaya Singasari, hingga Prajna Paramita yang terkenal dengan nilai seni tinggi.

Koleksi tersebut menggambarkan kejayaan kerajaan Hindu-Buddha di masa lampau, sekaligus menjadi sarana edukasi tentang sejarah Jawa Timur.

Baca juga: Indonesia Kalahkan Jepang, Masuk Daftar Negara Terindah di Dunia 2025

2. Museum Brawijaya

Museum Brawijaya di Kota MalangWikimedia Commons Museum Brawijaya di Kota Malang
Terletak di Jalan Besar Ijen No. 25A, museum ini menyimpan koleksi benda militer dari masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Melansir Asosiasi Museum Indonesia, koleksi yang ditampilkan mencakup senjata, kendaraan perang, hingga dokumentasi sejarah.

Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Gerbong Maut, gerbong besi yang digunakan untuk mengangkut puluhan pejuang dari Bondowoso ke Surabaya dalam kondisi tertutup tanpa ventilasi.

Peristiwa tersebut menjadi simbol kekejaman penjajah sekaligus pengingat perjuangan para pahlawan.

Baca juga: Turis Malaysia Doyan Wisata ke PIK, sampai Buka Jastip Barang Lokal

3. Museum Mpu Purwa

Museum Mpu Purwa di Malangkebudayaan.kemdikbud.go.id Museum Mpu Purwa di Malang
Museum ini menampilkan koleksi artefak purbakala dari berbagai kerajaan di Pulau Jawa. Mulai dari arca, prasasti, hingga patung dengan nilai sejarah tinggi dapat ditemukan di sini.

Nama Mpu Purwa diambil dari tokoh religius dalam masyarakat Jawa kuno, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Museum ini cocok bagi pengunjung yang ingin memahami perkembangan budaya dan kepercayaan masyarakat masa lalu secara lebih mendalam.

Baca juga: Akhir Libur Lebaran, Nikmati Parade Satwa dan Interaksi Edukatif di Kebun Binatang

4. Indonesian Old Cinema Museum

Sejumlah proyektor layar tancap yang ada di Indonesian Old Cinema Museum di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (14/2/2018).KOMPAS.com/ANDI HARTIK Sejumlah proyektor layar tancap yang ada di Indonesian Old Cinema Museum di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (14/2/2018).

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau