Monumen yang terletak di kawasan Stasiun Kota Malang ini menjadi simbol perjuangan rakyat Malang dalam mempertahankan kemerdekaan pada 1945–1949.
Bentuk monumen berupa patung yang menggambarkan rakyat melawan sosok raksasa yang melambangkan penjajah.
Keberadaan monumen ini mengingatkan generasi muda akan pentingnya menghargai jasa para pahlawan.
Wisata Kampung Kayutangan Heritage menjadi marget kunjungan wisata di Kota Malang pada tahun 2025. (KOMPAS.com/ Putu Ayu Pratama Sugiyo) Bangunan-bangunan tersebut dibangun antara 1870 hingga 1920, dengan sekitar 22 struktur cagar budaya yang masih difungsikan sebagai rumah tinggal maupun tempat usaha.
Jalanan kecil dan suasana klasik menjadikan kawasan ini cocok untuk wisata sejarah sekaligus fotografi.
Baca juga: Jalan-jalan di Salatiga, Bisa Nikmati Nuansa Alam hingga Wisata Edukasi
Tampak dalam masjid Bungkuk, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.Melansir Kompas.com (20/4/2022), masjid ini didirikan oleh Kyai Hamimuddin atau Mbah Bungkuk, seorang laskar Pangeran Diponegoro.
Awalnya, masjid ini hanya berupa gubuk sederhana di tengah hutan.
Kini, masjid tersebut menjadi simbol penyebaran Islam di kawasan Singosari.
Di bagian belakang masjid terdapat makam Mbah Bungkuk yang kerap diziarahi oleh masyarakat.
Beragam destinasi tersebut menawarkan pengalaman wisata sejarah yang tidak hanya menambah wawasan, melainkan juga memberikan cara berbeda dalam menikmati libur Lebaran di Malang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang