Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tiket Pesawat Internasional Kian Mahal, Dipicu Konflik Timur Tengah

Kompas.com, 30 Maret 2026, 08:46 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah maskapai penerbangan Internasional menaikkan tarif tiket pesawat imbas konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Setidaknya, tiga maskapai rute internasional yang turut menaikan tarif tiket pesawat yaitu Cathay Pacific, Swiss International Air Lines (SWISS), dan Edelweiss.

"Situasi yang terus bergejolak di Timur Tengah terus berdampak signifikan pada harga bahan bakar jet, dan hal ini memberikan tekanan yang cukup besar pada maskapai penerbangan di seluruh dunia," dikutip dari laman resmi Cathay Pacific, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Pariwisata Tertekan Konflik Timur Tengah, Akademisi Ini Sebut Indonesia Harus Cepat Beradaptasi

Untuk diketahui,  bahan bakar jet yang digunakan pesawat terbang dibuat dengan memurnikan minyak mentah. Sementara harga bahan bakar jet terdiri dari komponen minyak mentah dan komponen penyulingan.

Sedangkan, kedua indikator tersebut telah meningkat secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut data harga terbaru yang diterbitkan oleh Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), harga rata-rata bahan bakar jet global meningkat menjadi 197,00 dolar amerika serikat per barel untuk pekan yang berakhir pada 20 Maret 2026.

Baca juga: 23 Maskapai Masih Setop Penerbangan ke Timur Tengah, Ini Daftarnya

Jumlah ini naik dari 157,41 dolar amerika serikat per barel untuk pekan yang berakhir pada 6 Maret 2026, dan 95,95 dolar amerika serikat per barel untuk pekan yang berakhir pada 20 Februari 2026.

"Bahan bakar menyumbang sekitar 30 persen dari total biaya operasional Cathay Pacific pada tahun 2025 dan sangat penting bagi operasional kami," katanya,

Lebih lanjut, biaya tambahan bahan bakar merupakan mekanisme penting untuk mengurangi dan memulihkan sebagian dari biaya bahan bakar tambahan.

Baca juga: Thailand Siapkan Tiket Pesawat Gratis untuk Turis, Tekan Dampak Konflik Timur Tengah

Untuk memungkinkan respons yang lebih tanggap terhadap fluktuasi harga bahan bakar jet, pihak Cathya Pacific akan meninjau dan merevisi biaya tambahan bahan bakar setiap dua minggu sekali.

Tujuannya, untuk lebih mencerminkan pergerakan harga bahan bakar jet, baik ke arah naik maupun turun. 

Peningkatan frekuensi peninjauan ini dimaksudkan sebagai langkah sementara, dan akan ditinjau kembali ketika situasi di Timur Tengah stabil.

Biaya tambahan bahan bakar ini sudah termasuk dalam semua tiket Cathay Pacific, yang tercantum di semua jalur penerbangan langsung.

Baca juga: Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Thailand Berencana Berikan Tiket Pesawat PP Gratis

"Biaya tambahan ini berlaku per sektor penerbangan, terlepas dari jenis tarifnya," katanya.

Berikut beberapa rute penerbangan Cathay Pacific yang mengalami penyesuaian harga:

  • Antara Hong Kong dan Pasifik Barat Daya, Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika
  • Antara Jepang dan Amerika Serikat
  • Antara AS dan Brasil, Chili, Peru
  • Antara Australia, Selandia Baru, dan Chili
  • Antara Brasil dan Inggris Raya, Prancis, New York
  • Antara Afrika dan Brasil
  • Antara Spanyol dan Brasil, Chili, Peru
  • Antara Qatar dan Brasil, Kroasia, Kenya, Rusia, Serbia, Seychelles, Afrika Selatan, Ukraina.

Baca juga: Indonesia Tetap Aman, Menpar Pastikan Pariwisata Tak Terganggu Konflik Timur Tengah

Halaman:


Terkini Lainnya
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Travel News
Tempat Menginap Hidden Gem di Kebumen, Pas untuk Liburan Keluarga
Tempat Menginap Hidden Gem di Kebumen, Pas untuk Liburan Keluarga
Travelpedia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau