Penulis
KOMPAS.com - Ribuan warga memadati kawasan Alun-Alun Wonosobo pada Minggu pagi, 29 Maret 2026, untuk menyaksikan kemeriahan Puncak Festival Mudik 2026.
Perhelatan ini sekaligus menjadi puncak dari rangkaian Festival Balon Udara Tradisional yang semakin mengukuhkan Wonosobo sebagai pusat pariwisata unggulan di Jawa Tengah—bahkan mulai dilirik di tingkat internasional.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo Fahmi Hidayat, menyampaikan apresiasi atas suksesnya gelaran tahun ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi erat berbagai elemen, termasuk:
Baca juga: Meriah! 50 Balon Udara Hiasi Langit Semayu dalam Festival Mudik 2026 Wonosobo
“Festival Balon Udara Tradisional Wonosobo bukan sekadar atraksi, tetapi warisan budaya yang telah memiliki HKI sejak 2025. Dengan perkembangan yang sangat pesat, kami optimistis event ini layak naik kelas ke level dunia,” ujar Fahmi.
Festival yang digelar 41 kali di 23 lokasi sepanjang 22–29 Maret 2026 ini sukses menarik lebih dari 300.000 pengunjung pada periode 22–28 Maret.
Sementara pada puncak acara hari ini saja, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 40.000–50.000 orang, termasuk sekitar 500 turis asing dari berbagai negara seperti India, Palestina, Italia, Belanda, Kanada, Jepang, Korea Selatan, hingga Australia.
Meski peserta luar negeri dari Amerika Latin batal hadir akibat dampak konflik AS–Iran yang mengganggu jalur penerbangan internasional, Fahmi memastikan hal itu tidak mengurangi kemegahan festival.
Koordinator Festival Mudik 2026 yang juga Kabid Pemasaran Disparbud, Fatonah Ismangil, menegaskan bahwa keberhasilan festival bukan hanya dilihat dari jumlah pengunjung, melainkan juga dari manajemen penyelenggaraan yang semakin matang.
Pada puncak acara, 45 balon terbaik dipamerkan hasil seleksi dari sekitar 1.200 balon yang diterbangkan sepanjang festival. Mayoritas balon tersebut merupakan balon baru dengan tema nusantara yang menunjukkan kreativitas komunitas balon lokal.
Puncak Festival Balon Wonosobo di Alun-alun Wonosobo, Minggu (21/4/2024).“Tahun ini kami benar-benar memastikan semua aspek berjalan optimal, dari rekayasa lalu lintas, kebersihan, hingga pemberdayaan UMKM melalui bazar dan area PKL,” jelasnya.
Dukungan teknis dari berbagai instansi seperti Kantor Otoritas Bandara, AirNav, dan Dinas Ekraf Provinsi turut menjadi pondasi kuat peningkatan kualitas festival tahun ini. Fatonah menyebut bahwa dampak ekonomi bagi warga sangat signifikan, terutama bagi pelaku UMKM, pedagang, dan sektor transportasi.
Puncak festival tahun ini turut dihadiri Forkopimda, Direktur Utama AirNav Indonesia, serta berbagai perwakilan instansi lintas sektor.
Kehadiran wisatawan asing juga memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi yang semakin diperhitungkan secara global.
Petugas keamanan, tenaga kesehatan, dan relawan pun mendapatkan apresiasi atas komitmen mereka menjaga kelancaran serta keselamatan selama festival berlangsung.
Baca juga: Festival Balon Mulai Hiasi Langit Wonosobo pada Lebaran 2026
Dengan keberhasilan besar tahun ini, Disparbud Wonosobo menargetkan peningkatan kualitas festival di tahun mendatang, baik dari sisi kreativitas, tata kelola, maupun jangkauan global.
Langkah ini sejalan dengan visi besar Kabupaten Wonosobo untuk menjadi pusat agribisnis dan pariwisata unggulan di Jawa Tengah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang