Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malaysia Targetkan 4,7 Juta Turis Indonesia pada 2026, Ini Strateginya

Kompas.com, 22 Januari 2026, 06:44 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia membidik hingga 4,7 juta kunjungan wisatawan Indonesia ada 2026. 

Adapun dua aspek yang menjadi strategi utama dalam mencapai terget tersebut yaitu memperkuat konektivitas dan promosi.

"Sebelum ini targetnya sebanyak 4,7 juta, tapi ini telah direvisi, melihat keadaan sekarang di Indonesia terjadi banjir di Sumatera, mungkin ada sedikit revisi target," kata Director Tourism Malaysia Jakarta Hairi Mohd Yakzan saat ditemui dalam acara Resorts World Genting Malaysia, Strategic Partnership Press Conference, di Jakarta Premium Outlets, pada Rabu (21/1/2026).

Baca juga: Paspor Singapura dan Malaysia Masuk 10 Besar Terkuat Dunia, Indonesia Bagaimana?

Hairi mengatakan, angka pasti target terbaru kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia masih belum bisa disebutkan. 

Namun, lanjutnya, jumlah target tersebut akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.

Konektivitas dan promosi jadi kunci utama

Hairi mengatakan, konektivitas dan promosi merupakan dua aspek yang menjadi andalah pemerintah Malaysia dalam menarik turis asing. Terutama, turis dari Indonesia sebagai salah satu market terbesar di Malaysia.

"Saya percaya bahwa konektivitas adalah hal yang paling penting dalam memajukan destinasi," kata Hairi.

Khusus untuk pasar Indonesia, ia mengatakan saat ini tersedia sekitar 747 penerbangan yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia.

Ia menuturkan, kuatnya penerbangan suatu maskapai tidak bisa hanya ramai pada satu rute saja, melainkan juga harus diibangi dengan rute sebaliknya.

Baca juga: Malaysia Juara Pariwisata Asia Tenggara 2025: Kunjungan Turis Terbanyak, Kalahkan Thailand

Director Tourism Malaysia Jakarta Hairi Mohd Yakzan saat ditemui dalam acara Resorts World Genting Malaysia, Strategic Partnership Press Conference, di Jakarta Premium Outlets, pada Rabu (21/1/2026).Kompas.com/ Suci Wulandari Putri Director Tourism Malaysia Jakarta Hairi Mohd Yakzan saat ditemui dalam acara Resorts World Genting Malaysia, Strategic Partnership Press Conference, di Jakarta Premium Outlets, pada Rabu (21/1/2026).
"Dalam hal ini antara Indonesia dan Malaysia sebenarnya saling membantu. Pesawat ke Malaysia penuh, maka pesawat ke Indonesia juga penuh, barulah posisi penerbangan tersebut bertahan lama, ataupun bertambah," katanya.

Sebagaimana yang diketahui, lanjut Hairi, Indonesia termasuk ke dalam tiga negara utama penyumbang turis terbanyak ke Malaysia. Begitu juga sebaliknya, Malaysia termasuk negara penyumbang turis terbanyak ke Indonesia.

Maka dari itu, lanjutnya, promosi seperti kerjasama dari semua pihak pun dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke masing-masing destinasi.

"Dari Malaysia, kita bekerjasama dengan semua pihak, baik dari segi kerajaan, swasta, travel, OTA (Online Travel Agent), dan media," katanya.

Baca juga: Kalahkan Thailand, Malaysia jadi Negara Paling Banyak Dikunjungi Turis di Asia Tenggara

Paket wisata ke Resort World Genting

Untuk menarik lebih banyak wisatawan Indonesia ke Malaysia, sebagai dukungan kampanye Visit Malaysia 2026, Resort World Genting bekerjasama dengan platform perjalanan digital terkemuka di Indonesia untuk menyediakan paket wisata.

Dalam hal ini, Resort World Genting bekerjasama dengan GlobalTix, Plaza Premium Group (PPG), tiket.com, dan Traveloka.

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau