Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semangkuk Pempek Paling Legendaris di Palembang

Kompas.com, 29 Agustus 2019, 14:17 WIB
Sri Anindiati Nursastri

Penulis

PALEMBANG, KOMPAS.com - Mencari pempek enak di Palembang adalah hal yang mustahil. Bukan karena tak ada pempek enak di ibu kota Sumatera Selatan tersebut, melainkan karena semua pempek pasti bercita rasa enak. Baik yang dijual di restoran, maupun yang dijajakan di pinggir jalan.

Sebelum tiba di Palembang bersama tim Merapah Trans Sumatera 2019, saya melakukan riset cukup panjang tentang pempek mana yang harus kami coba. Akhirnya pilihan jatuh pada satu tempat: Pempek Saga Sudi Mampir.

Baca juga: 7 Jenis Pempek Palembang Bikin Ketagihan, Lemak Nian Oi...

Rabu (28/8/2019) sekitar pukul 20.30 WIB, kami tiba di gerai Pempek Saga Sudi Mampir. Lokasinya di Jalan Merdeka, persis di seberang kantor Walikota Palembang. Area restoran cukup luas, baik indoor maupun outdoor, dengan deretan kursi dan bangku panjang.

Seorang pelayan menghampiri kami dengan ramah. Dalam lembar menu tertulis aneka jenis pempek yang bisa Kamu pesan: pempek keriting, pempek adaan, pempek telur besar, pempek telur kecil, pempek panggang, pempek lenggang panggang, sampai tekwan dan model (pempek basah).

Aneka varian pempek ukuran kecil di Pempek Saga Sudi Mampir, Palembang.KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Aneka varian pempek ukuran kecil di Pempek Saga Sudi Mampir, Palembang.

Pilihan saya jatuh pada pempek telur besar, atau yang biasa disebut dengan Kapal Selam, dan pempek lenggang panggang. Varian paling favorit tentu saja pempek telur besar, dengan harga Rp 25.000 per porsi. Segelas jus mangga segar menjadi pelepas dahaga. Kamu juga bisa memesan Es Kacang Merah khas Palembang yang menyegarkan.

Tak lama kemudian, pesanan pun datang. Jika memesan pempek berukuran kecil, terdapat mangkuk yang telah diisi dengan cuko. Kamu bisa refill cuko tersebut sampai puas. Sementara itu, pempek telur besar disajikan dalam piring saji lengkap dengan cuko, potongan timun, dan serbuk ebi (udang kering).

Baca juga: Selain Pempek, 5 Makanan Ini Wajib Anda Coba Saat Kunjungi Palembang

Mungkin hampir semua pempek di Palembang bercita rasa sama, terbuat dari ikan gabus atau tenggiri. Hal yang paling membedakan antara pempek satu dengan lainnya adalah cuko, alias kuahnya. Menurut saya, cuko yang disajikan di Pempek Saga Sudi Mampir bercita rasa sangat nikmat.

Es Kacang Merah yang disajikan di Pempek Saga Sudi Mampir, PalembangKOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Es Kacang Merah yang disajikan di Pempek Saga Sudi Mampir, Palembang

Kombinasi rasa asam, asin, pedas dan manis dari cuko ini terasa pas di lidah. Cuko ini terbuat dari bahan-bahan antara lain cabai rawit, gula merah, bawang merah, dan bawang putih. Cita rasa cuko ini tidak pernah berubah sejak pertama kali Pempek Saga Sudi Mampir dibuka pada 1974.

Gerai ini buka sejak pukul 10.00-22.00 WIB. Jika berkesempatan mengunjungi Palembang, tak ada salahnya mencicipi seporsi pempek legendaris ini. Selamat mencoba!

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau