Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tips ke Kopi Njongke di Sleman, Bawa Payung

Kompas.com, 23 Mei 2023, 15:00 WIB
Faqihah Muharroroh Itsnaini,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kopi Njongkebisa jadi alternatif tempat nongkrong saat berkunjung ke Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tempat makan yang sudah berdiri sejak 2019 ini menyediakan lahan luas, ditambah ruang utama, saung, dan private joglo sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara, mulai dari gathering komunitas, buka puasa bersama, pernikahan, arisan, hingga reuni.

Baca juga:

Kopi Njongke juga berada di sebelah sawah dan menawarkan pemandangan yang Instagramable.

Kopi Njongke berlokasi di Jalan Prawiro Sudiyono, Gondengan Penen, Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, DIY.

Bila tertarik untuk berkunjung, simak beberapa tips berikut ini:

Tips berkunjung ke Kopi Njongke Sleman

1. Bawa payung

Kopi Njongke, tempat makan dan kumpul dengan view sawah yang asri di Sleman, DIY. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Kopi Njongke, tempat makan dan kumpul dengan view sawah yang asri di Sleman, DIY.

Manajer Kopi Njongke bernama Yovan menganjurkan para pengunjung untuk membawa payung, terutama saat musim hujan.

Sebab, area makan di Kopi Njongke berkonsep semi-outdoor. Meski ada atap di atasnya, pengunjung tetap harus melewati luar bangunan untuk pindah ke area saung, joglo, mushala, atau kolam.

Selain itu, membawa payung sendiri akan memudahkan pengunjung, khususnya jika sedang ramai.

"Imbauan dari kami apabila musim hujan bisa membawa payung masing2-masing supaya bisa lebih fleksibel, tidak perlu antre payung di Kopi Njongke kalau pas ramai," kata Yovan kepada Kompas.com, Senin (22/5/2023).

Baca juga: 24 Wisata Sleman Populer, Ada Lokasi Syuting Film KKN di Desa Penari

2. Bawa wadah makanan

Aneka menu prasmanan di Kopi Njongke, Kabupaten Sleman, DIY. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Aneka menu prasmanan di Kopi Njongke, Kabupaten Sleman, DIY.

Selanjutnya, Yovan memberi saran agar pengunjung, terutama para ibu yang sering membungkus makanan, untuk membawa wadah sendiri.

"Bila diperlukan bisa membawa sendiri wadah makan ramah lingkungan apabila ada rencana mau bungkus sayur prasmanan supaya mengurangi limbah plastik," tutur dia.

Ia menjelaskan, beberapa pengunjung yang sudah langganan banyak yang bawa rantang atau wadah makanan sendiri dari rumah.

Begitupun peralatan untuk ibadah. Meski disediakan, pengunjung bisa lebih nyaman jika memakai punya sendiri.

Baca juga: Panduan Lengkap Wisata ke The Lost World Castle Sleman

3. Pakai baju yang keren

Salah satu spot foto di Kopi Njongke, Sleman, DIY. KOMPAS.com/FAQIHAH MUHARROROH ITSNAINI Salah satu spot foto di Kopi Njongke, Sleman, DIY.

Kopi Njongke memiliki suasana dan pemandangan yang indah. Selain itu, ada beberapa spot foto, misalnya naik sepeda di bawah tulisan Kopi Njongke atau di kursi cantik di pinggir sawah.

Jika ingin foto-foto atau membuat konten, kamu bisa puas melakukannya di tempat ini. Oleh karena itu, jangan lupa pakai pakaian terbaik yang sesuai dengan suasana.

Baca juga:

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau