Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelayaran ke Pulau Padar-Komodo Dihentikan, Fokus Pencarian Korban Tenggelam

Kompas.com, 28 Desember 2025, 12:45 WIB
Sandiago Ferdian,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memutuskan untuk menutup sementara aktivitas pelayaran menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melansir dari Antara, kebijakan ini diambil menyusul adanya potensi cuaca ekstrem serta insiden kecelakaan kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) malam.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan BMKG dan memantau kondisi riil dari pos pantau di Pulau Padar.

Baca juga: Pulau Komodo Dinobatkan jadi Salah Satu Destinasi Terbaik Dunia 2026

"Pada saat-saat tertentu itu akan ada gelombang swell yang tinggi dengan periode singkat, sehingga setelah berkoordinasi dengan semua unsur dan BMKG maka tadi malam kita keluarkan notice to mariner (NtM) yang menutup sementara pelayaran ke Komodo dan ke Padar," ujar Stephanus di Labuan Bajo, Sabtu (27/12/2025).

Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang dinyatakan hilang.DOK. tim SAR gabungan Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang dinyatakan hilang.

Fokus Pencarian Korban dan Keselamatan

Selain faktor cuaca, Stephanus menyebutkan bahwa pelarangan berlayar ini bertujuan untuk memperlancar proses evakuasi dan pencarian korban kapal tenggelam yang masih belum ditemukan.

Dari total 11 penumpang KM Putri Sakinah yang mengalami mati mesin dan tenggelam, sebanyak 7 orang telah berhasil dievakuasi, sementara 4 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Baca juga: Kapal Wisata Tenggelam di Pulau Padar, 4 Turis Spanyol Masih Hilang

"Tujuan NtM lainnya adalah untuk menjaga keselamatan kapal-kapal, sampai nanti dinyatakan cuaca kembali aman," tambah Stephanus.

Ilustrasi Pulau Komodo Nusa Tenggara TimurPixabay Ilustrasi Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur

Peringatan Dini hingga Januari 2026

Berdasarkan NtM yang diterbitkan, KSOP meminta seluruh nakhoda kapal untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi, arus, dan angin kencang yang diprediksi terjadi mulai 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.

Stephanus menegaskan bahwa pelayanan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) khusus rute Padar-Komodo ditutup sementara dan tidak akan diterbitkan hingga kondisi membaik.

"Menghindari perairan yang berpotensi cuaca ekstrem di Labuan Bajo karena perkiraan gelombang tinggi, arus dan angin kuat," tegasnya.

Ia juga meminta para nakhoda agar rutin memantau prakiraan cuaca melalui laman resmi BMKG, memastikan kelaiklautan kapal, serta segera melakukan mooring atau berlabuh di area yang terlindung jika cuaca memburuk.

Baca juga: Isu Pembangunan 600 Vila di Pulau Padar Komodo, Menhut Tegaskan Hoaks

Evakuasi Wisatawan Asing

Secara terpisah, Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa tim SAR gabungan telah berhasil menyelamatkan tujuh korban dalam insiden KM Putri Sakinah, 2 di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol, sementara sisanya adalah pemandu wisata dan kru kapal.

"Sebanyak 3 orang penumpang dievakuasi oleh Kapal Nepton yang melintas dari Labuan Bajo ke Pulau Padar dan empat lainnya dievakuasi oleh Tim SAR gabungan," jelas Fathur.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus berupaya melakukan penyisiran di sekitar perairan Pulau Padar untuk mencari sisa korban yang hilang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau