Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pulau Jawa Jadi Destinasi Favorit Wisatawan di Libur Natal-Tahun Baru 2026

Kompas.com, 30 Desember 2025, 15:00 WIB
Devi Ramadhany,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pulau Jawa kembali menjadi destinasi wisata favorit wisatawan domestik pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Fenomena ini mencerminkan menguatnya tren wisata mikro, yakni perjalanan jarak dekat yang lebih fleksibel, praktis, dan efisien.

Dilansir dari Antara News, berdasarkan data dan pemantauan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang mencatat bahwa destinasi di Pulau Jawa menjadi pilihan utama wisatawan selama libur akhir tahun.

Dalam laporan Antara News, Kemenpar menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Jawa seperti Bogor, Bandung, Yogyakarta, Malang, hingga Tegal menunjukkan peningkatan minat kunjungan selama periode libur Tahun Baru.

Tren ini didorong oleh wisatawan yang ingin memanfaatkan waktu libur singkat tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Baca juga: Liburan 2 Hari 1 Malam di Bali, Contek Rekomendasi Itinerary Ini

Akses Mudah dan Waktu Tempuh Singkat

Menurut Kemenpar, salah satu faktor utama yang membuat Jawa unggul adalah kemudahan akses transportasi darat.

Jaringan jalan tol, kereta api antarkota, hingga transportasi umum yang relatif terintegrasi membuat perjalanan ke berbagai kota di Jawa dapat ditempuh dalam hitungan jam.

Kondisi ini dinilai lebih mendukung konsep wisata mikro, di mana wisatawan bisa berangkat tanpa perencanaan kompleks dan tidak terlalu bergantung pada jadwal penerbangan.

Bali Tetap Diminati, tapi Bukan Pilihan Utama

Meski Bali masih termasuk destinasi favorit nasional, dilansir dari Antara News, Kemenpar mencatat bahwa pada libur Nataru kali ini Bali tidak menjadi pilihan utama bagi sebagian wisatawan domestik.

Perjalanan ke Bali umumnya memerlukan penerbangan atau kombinasi perjalanan darat dan penyeberangan laut, yang bagi sebagian keluarga dianggap lebih memakan waktu, tenaga, dan biaya, terutama saat musim liburan dengan lonjakan harga tiket.

Baca juga: Jawa Barat Jadi Destinasi Wisata Terfavorit, Lampaui Provinsi Lain

Ragam Wisata Dekat dan Beragam di Jawa

Destinasi di Pulau Jawa menawarkan kombinasi wisata yang beragam dalam jarak relatif dekat.

Dikutip dari Antara News, Kemenpar menyebut wisatawan dapat menikmati wisata alam, budaya, rekreasi keluarga, hingga wisata kuliner tanpa harus berpindah pulau.

Kota-kota seperti Bogor dan Bandung menjadi pilihan untuk perjalanan singkat dari Jakarta, sementara Yogyakarta dan Malang tetap diminati karena menawarkan paket lengkap wisata budaya, edukasi, dan kuliner yang ramah keluarga.

Wisata Mikro dan Preferensi Wisatawan Domestik

Tren wisata mikro ini menunjukkan perubahan preferensi wisatawan domestik yang kini lebih mempertimbangkan efisiensi perjalanan, fleksibilitas waktu, dan kenyamanan, terutama bagi keluarga dengan anak-anak.

Kemenpar menilai Pulau Jawa mampu menjawab kebutuhan tersebut karena memiliki infrastruktur pendukung, pilihan destinasi yang beragam, serta kemudahan akses yang relatif merata.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau