Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pantai Sepanjang Gunungkidul Ditata Ulang, Lapak Dibongkar dan Kios Permanen Disempurnakan

Kompas.com, 9 Januari 2026, 18:06 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memastikan bahwa proses pembongkaran lapak para pedagang di kawasan Pantai Sepanjang berjalan sesuai kesepakatan bersama.

Penataan besar-besaran ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas wisata sekaligus kenyamanan pengunjung.

Pembongkaran 109 lapak pedagang sesuai kesepakatan

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengonfirmasi bahwa seluruh pedagang telah menuntaskan pembongkaran lapak di bibir pantai sesuai surat perjanjian.

“Alhamdulillah, sesuai dengan surat perjanjian yang dibuat 109 pedagang. Pada 7 Januari 2026, semua lapak di pinggir pantai sudah tidak ada atapnya, tinggal pembersihan saja,” ujar Bupati Endah.

Baca juga: Pantai Sepanjang Gunungkidul Ditata Mirip Jimbaran, Pedagang Wajib Ikuti Aturan

Penertiban ini menjadi bagian awal dari rencana penataan menyeluruh kawasan Pantai Sepanjang yang ke depan akan memiliki fasilitas lebih nyaman dan tertata.

Kios permanen disempurnakan dan talud dibangun

Memasuki triwulan pertama 2026, Pemkab Gunungkidul akan melanjutkan penataan melalui penyempurnaan kios permanen yang sebelumnya sudah dibangun. Penyempurnaan tersebut meliputi:

  • Penambahan wastafel
  • Pemasangan sekat partisi
  • Perbaikan fasilitas pendukung lainnya

Di saat yang sama, pembangunan talud di sepanjang area pantai akan dimulai oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Gunungkidul.

Jalur pedestrian 550 meter direncanakan

Selain talud, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jalur pedestrian selebar 2,5 meter dengan panjang sekitar 550 meter.

Namun, rencana ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 3 miliar dan akan dibahas lebih lanjut. Bupati Endah menyebutkan akan ada kolaborasi lintas dinas dalam penataannya.

“PU mengerjakan talud dan pedestrian, sementara kios dilanjutkan. Jalur pedestrian juga akan ditambah tanaman keras,” jelasnya.

Baca juga: Ratusan Pedagang Bongkar Kios di Pinggir Pantai Sepanjang Gunungkidul

Upaya konservasi turut menjadi prioritas. Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul akan menanam pandan di sepanjang bawah talud untuk memperkuat struktur sekaligus menjaga karakter alami Pantai Sepanjang.

Pengelolaan wisata dibuat lebih tertib

Setelah penataan fisik rampung, pengelolaan kawasan wisata akan diperketat. Dinas Pariwisata dan Dinas Perikanan akan bekerja bersama pedagang dalam menyusun aturan baru, termasuk larangan pengkaplingan payung dan tikar agar area tetap rapi.

Kios di pinggir pantai Kawasan Pantai Sepanjang, Gunungkidul, sudah dirobohkanKOMPAS.COM/MARKUS YUWONO Kios di pinggir pantai Kawasan Pantai Sepanjang, Gunungkidul, sudah dirobohkan

Dinas Perhubungan pun akan memasang lampu penerangan sehingga kawasan bisa beroperasi siang dan malam.

Peluang aktivitas seni dan dongkrak pendapatan pedagang

Bupati Endah optimistis bahwa wajah baru Pantai Sepanjang akan membuka peluang pengembangan aktivitas seni seperti pertunjukan musik yang bisa menjadi daya tarik tambahan wisata.

Tidak hanya itu, penataan ini diharapkan mampu menggandakan pendapatan para pedagang karena mereka dapat berjualan lebih lama.

Baca juga: Berlibur ke Pantai Sepanjang di Gunungkidul Yogyakarta, Ada Taman Kuliner Baru

“Dengan penataan ini, pendapatan pedagang bisa meningkat hingga dua kali lipat. Pantai Sepanjang nantinya juga bisa menjadi alternatif tempat nongkrong malam hari,” tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau