Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penerbangan Langsung Yogyakarta–Bandung Dibuka Mulai Februari 2026

Kompas.com, 11 Februari 2026, 09:30 WIB
Dani Julius Zebua,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

BANDUNG, KOMPAS.com - Bandar Udara Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo,  Daerah Istimewa Yogyakarta, membuka rute baru akses penerbangan langsung antara Yogyakarta dan Bandung mulai Februari 2026. Rute ini bakal menghidupkan kembali konektivitas udara menuju Bandung.

Rute baru sekaligus membuka jalur perjalanan yang lebih efisien bagi penumpang dari berbagai daerah yang terkoneksi melalui Yogyakarta, memperkuat hubungan antarwilayah dari Jawa hingga luar pulau.

Maskapai Wings Air mengoperasikan rute Yogyakarta (YIA)–Bandung (BDO) ini mulai 11 Februari 2026 dengan frekuensi setiap hari. 

Baca juga: Marak Kamera Tersembunyi Kamar Hotel di China, Tamu Jadi Korban Pengintaian

“Penerbangan (rute YIA) menuju Bandung bagian upaya menghadirkan kembali denyut konektivitas yang berdampak luas bagi masyarakat dengan penerbangan saling terhubung, memperpendek jarak  dan membuka lebih banyak peluang dari Jawa hingga luar pulau," kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic, melalui pesan singkat, Selasa (10/2/2026).

Menurut Danang, konektivitas ini menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir merindukan kembali akses udara menuju Bandung. Kota tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, ekonomi kreatif, dan kegiatan bisnis di Jawa Barat.

Rute Yogyakarta–Bandung dilayani setiap hari dengan jadwal keberangkatan dari Yogyakarta pukul 13.00 WIB dan tiba di Bandung pukul 14.25 WIB, serta penerbangan sebaliknya dari Bandung pukul 11.05 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 12.35 WIB.

Baca juga: Tanggal Berapa Awal Puasa 2026? Simak Perkiraannya

Lebih jauh, Danang menjelaskan bahwa rute ini terintegrasi dengan jaringan penerbangan lain, sehingga memungkinkan penumpang dari Bali, Lombok, Makassar, Balikpapan, Banjarmasin, hingga lebih dari 10 kota lainnya menjangkau Bandung dengan satu kali transit di Yogyakarta.

“Konektivitas ini diharapkan memperlancar pergerakan mahasiswa, pelaku usaha, hingga keluarga yang melakukan perjalanan lintas daerah,” katanya.

Dari sisi daerah, kehadiran kembali penerbangan menuju Bandung juga dinilai dapat mendorong pergerakan sektor pariwisata, UMKM, serta aktivitas ekonomi pendukung lainnya. Selain itu jalur udara merupakan alternatif perjalanan selain jalur darat yang selama ini menjadi andalan.

Penerbangan Yogyakarta–Bandung dioperasikan menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 72 penumpang kelas ekonomi, yang dirancang untuk rute jarak pendek hingga menengah. Pesawat jenis ini umum digunakan untuk memperkuat konektivitas antarkota dan antardaerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau