Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Coba-coba Lakukan Pelecehan Seksual di KRL, Diganjar Blacklist

Kompas.com, 28 Februari 2026, 16:00 WIB
Krisda Tiofani,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - KAI Commuter akhirnya mengamankan terduga pelaku pelecehan dalam kereta rel listrik (KRL) Commuter Line pada Jumat (27/2/2026).

Sebelumnya, korban dugaan pelecehan seksual di KRL membagikan video saat melapor kepada petugas di KAI Commuter melalui akun TikTok pribadinya pada Kamis (26/2/2026).

Video itu kemudian beredar luas di media sosial dan telah ditonton lebih dari lima juta kali hingga Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Rute KRL Jakarta akan Diperpanjang sampai Cikampek dan Sukabumi pada 2026

"Hallo @KAI121 saya sudah menunggu laporan selama satu bulan full dan tidak ada lanjutan dari kalian, di sini saya hanya meminta kalian untuk melanjutkan laporan saya dan saya tidak mau ini terjadi kepada saya tiga kali karena ini adalah kasus kedua saya dilecehkan di KAI dan tidak ada jawaban apapun," tulis akun TikTok @equineilonaa dalam unggahan tersebut.

Korban menjelaskan kronologi dugaan pelecehan seksual tersebut. Kejadian itu bermula saat ia menaiki kereta dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Bogor.

Dalam perjalanan, korban mengalami pelecehan seksual yang disamarkan lewat gerak-gerik tas yang dibawa pelaku, sehingga aksinya tidak langsung disadari.

Tanpa menunjukkan rasa bersalah, pelaku bahkan sempat bertanya kepada korban apakah ia marah setelah kejadian tersebut.

Baca juga: KRL Dikeluhkan Padat Pukul 05.00–07.00 WIB Selama Puasa, Ini Penjelasan KAI

Mirisnya, korban mengaku tidak mendapat bantuan dari penumpang lain maupun petugas yang berada di sekitar lokasi saat itu. 

Akun resmi KAI121 juga merespons video ini di kolom komentar. Menulis bahwa KAI berkomitmen tidak menoleransi segala bentuk pelecehan seksual. 

Pelaku pelecehan seksual di KRL ditangkap

Berkat laporan korban kepada petugas pada Minggu (22/2/2026), KAI Commuter  segera menindaklanjuti dan menelusuri kejadian tersebut dengan menggunakan sistem CCTV Analytic.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa usai laporan diterima, korban ditangkap lewat penelusuran via sistem CCTV Analytic, sesuai dengan ciri-ciri terduga pelaku yang disampaikan oleh korban.

“Setelahnya kami melakukan konfirmasi kepada korban untuk kesesuaian terduga pelaku, agar selanjutnya dimasukkan ke dalam daftar cekal (blacklist),” kata Leza dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Mau War Takjil di Benhil? Ini Rute Naik KRL, MRT, TransJakarta, dan Jaklingo

Sistem keamanan memberikan notifikasi ketika pelaku kembali memasuki area stasiun dan naik Commuter Line pada Jumat (27/2/2026).

“Petugas terkait langsung melakukan koordinasi di lapangan untuk segera mengamankan pelaku tersebut dan membawanya ke Stasiun Bojonggede untuk dilakukan pemeriksaan awal,” sambungnya.

Usai pemeriksaan dan mendatangkan korban, petugas KAI Commuter selanjutnya mendampingi korban untuk melaporkan dan menyerahkan pelaku ke Polres Depok untuk melanjutkan proses hukum.

Baca juga: Aturan Buka Puasa di KRL, MRT, LRT Jabodebek, dan Transjakarta

“KAI Commuter juga akan memberikan pendampingan kepada pihak korban, baik secara hukum maupun psikologis, untuk menguatkan korban,” ujar Leza.

Leza menyampaikan, KAI Commuter terus berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan prima serta rasa aman kepada seluruh penggunanya dan tetap berpihak kepada korban.

Sekaligus menyampaikan keprihatinan dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada korban atas ketidaknyamanan yang dirasakan.

“KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna untuk peduli pada situasi sekitar saat menggunakan Commuter Line, berani bertindak dan speak up atau melaporkan segala bentuk pelecehan seksual kepada petugas, melalui call center 021-121, maupun media sosial resmi KAI Commuter,”  pungkas dia.

Baca juga: Rangkasbitung-Tanah Abang, KRL Green Line Angkut 77 Juta Penumpang

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau