KOMPAS.com - Keraton Yogyakarta kembali menggelar pameran temporer yang menarik antusias pengunjung.
Gelaran pameran ini menjadi bagian dari Mangayubagyo Tingalan Jumenengan Dalem yang ke 37 Sri Sultan Hamengku Buwono ke 10 serta komitmen Keraton Yogyakarta untuk memberikan wisata edukasi berbasis budaya pada masyarakat.
Pameran bertajuk Smarabawana: Tata Ruang Kesultanan Yogyakarta dipilih untuk menggambarkan tema arsitektur, tata ruang dan wilayah Kesultanan Yogyakarta secara khusus. Pada Sabtu (07/3/2026), Pameran Smarabawana resmi dibuka oleh Sri Sultan di Bangsal Pagelaran.
Pada agenda pembukaan tersebut, pengunjung disuguhi ragam busana hewan yang dekat dengan narasi kebun raja hingga Buron Wana atau tradisi berburu ala bangsawan Jawa yang sarat akan makna.
Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Keraton Yogyakarta, pahami jadwal masuk Keraton Yogyakarta dan aturan yang harus diikuti pengunjung agar tidak salah dalam berwisata ke Keraton Yogyakarta.
Selain itu, artikel ini juga akan memberikan informasi secara lengkap terkait harga tiket, cara membeli tiket dan jadwal pameran museum Smarabawana di Keraton Yogyakarta tahun 2026.
museum Smarabawana Keraton Yogyakarta 2026Meski terbilang unik, peraturan ini tidak boleh diabaikan para wisatawan. Berikut beberapa peraturan di Keraton Yogyakarta Yogyakarta yang tidak boleh diabaikan:
Pengunjung diharapkan menggunakan pakaian yang sopan untuk menghormati adat istiadat Keraton Yogyakarta Yogyakarta.
Pengunjung sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang terlalu terbuka. Pastikan juga motif batik yang ingin kamu kenakan saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta Yogyakarta.
Sejumlah motif yang dilarang di Keraton Yogyakarta Yogyakarta antara lain Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat Lar, Udan Liris, Rujak Senthe, Parang-parangan, Cemukiran, Kawung, dan Huk.
Selain itu, menggunakan kebaya atau beskap juga tidak diizinkan selama berada di area Kagungan Dalem Museum, kecuali peserta Abdi Dalem Experience. Kebaya dengan model kutu baru juga sebaiknya dihindari saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta.
Tidak hanya aturan berpakaian, kamu juga harus memperhatikan aksesoris yang akan kamu kenakan saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Seperti menggunakan topi, saat berkunjung kamu dilarang menggunakan topi meski dalam cuaca panas sekalipun.
Hal ini, dianggap tidak menghormati penghuni Keraton Yogyakarta. Berbeda dengan menggunakan kerudung atau peci karena kedua benda tersebut masuk dalam perangkat ibadah yang dihormati Keraton Yogyakarta.
Peraturan yang tidak tertulis tetapi harus dipatuhi oleh pengunjung adalah aturan berfoto. Jika ingin mengambil gambar dengan abdi dalem dilarang berfoto dengan membelakangi kedaton.