Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mau ke Pameran Keraton Yogyakarta? Catat Jam Buka dan Aturannya

Kompas.com, 20 Maret 2026, 06:00 WIB
Ella Triana,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Keraton Yogyakarta kembali menggelar pameran temporer yang menarik antusias pengunjung.

Gelaran pameran ini menjadi bagian dari Mangayubagyo Tingalan Jumenengan Dalem yang ke 37 Sri Sultan Hamengku Buwono ke 10 serta komitmen Keraton Yogyakarta untuk memberikan wisata edukasi berbasis budaya pada masyarakat.

Pameran bertajuk Smarabawana: Tata Ruang Kesultanan Yogyakarta dipilih untuk menggambarkan tema arsitektur, tata ruang dan wilayah Kesultanan Yogyakarta secara khusus. Pada Sabtu (07/3/2026), Pameran Smarabawana resmi dibuka oleh Sri Sultan di Bangsal Pagelaran.

Pada agenda pembukaan tersebut, pengunjung disuguhi ragam busana hewan yang dekat dengan narasi kebun raja hingga Buron Wana atau tradisi berburu ala bangsawan Jawa yang sarat akan makna.

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Keraton Yogyakarta, pahami jadwal masuk Keraton Yogyakarta dan aturan yang harus diikuti pengunjung agar tidak salah dalam berwisata ke Keraton Yogyakarta.

Selain itu, artikel ini juga akan memberikan informasi secara lengkap terkait harga tiket, cara membeli tiket dan jadwal pameran museum Smarabawana di Keraton Yogyakarta tahun 2026.

Peraturan tidak tertulis masuk Keraton Yogyakarta

museum Smarabawana Keraton Yogyakarta 2026tangkapan layar/@kratonjogja museum Smarabawana Keraton Yogyakarta 2026
Jika kamu belum pernah ke Keraton Yogyakarta, sebaiknya perhatikan beberapa peraturan unik yang dibuat Keraton Yogyakarta dan harus dipatuhi wisatawan.

Meski terbilang unik, peraturan ini tidak boleh diabaikan para wisatawan. Berikut beberapa peraturan di Keraton Yogyakarta Yogyakarta yang tidak boleh diabaikan:

1. Aturan berpakaian saat berkunjung

Pengunjung diharapkan menggunakan pakaian yang sopan untuk menghormati adat istiadat Keraton Yogyakarta Yogyakarta.

Pengunjung sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang terlalu terbuka. Pastikan juga motif batik yang ingin kamu kenakan saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta Yogyakarta.

Sejumlah motif yang dilarang di Keraton Yogyakarta Yogyakarta antara lain Parang Rusak Barong, Parang Rusak Gendreh, Parang Klithik, Semen Gedhe Sawat Gurdha, Semen Gedhe Sawat Lar, Udan Liris, Rujak Senthe, Parang-parangan, Cemukiran, Kawung, dan Huk.

Selain itu, menggunakan kebaya atau beskap juga tidak diizinkan selama berada di area Kagungan Dalem Museum, kecuali peserta Abdi Dalem Experience. Kebaya dengan model kutu baru juga sebaiknya dihindari saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta.

Tidak hanya aturan berpakaian, kamu juga harus memperhatikan aksesoris yang akan kamu kenakan saat berkunjung ke Keraton Yogyakarta. Seperti menggunakan topi, saat berkunjung kamu dilarang menggunakan topi meski dalam cuaca panas sekalipun.

Hal ini, dianggap tidak menghormati penghuni Keraton Yogyakarta. Berbeda dengan menggunakan kerudung atau peci karena kedua benda tersebut masuk dalam perangkat ibadah yang dihormati Keraton Yogyakarta.

2. Cara berfoto di area Keraton Yogyakarta

Peraturan yang tidak tertulis tetapi harus dipatuhi oleh pengunjung adalah aturan berfoto. Jika ingin mengambil gambar dengan abdi dalem dilarang berfoto dengan membelakangi kedaton.

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau