Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perang Masih Membara, Singapore Airlines Setop Terbang ke Dubai hingga 30 April 2026

Kompas.com, 23 Maret 2026, 18:06 WIB
Krisda Tiofani,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA) memperpanjang pembatalan penerbangan rute Singapura-Dubai dan sebaliknya hingga 30 April 2026 mendatang.

Sebelumnya, maskapai penerbangan nasional Singapura ini membatalkan penerbangan ke kawasan Timur Tengah hingga 28 Maret 2026.

Keputusan ini diambil menyusul situasi geopolitik di Timur Tengah yang belum stabil pasca konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel-Iran pada akhir Februari 2026 silam.

"Karena situasinya masih berubah-ubah, penerbangan SIA lainnya mungkin terpengaruh," tulis keterangan resmi Singapore Airlines di situs resminya, dikutip Kompas.com pada Senin (23/3/2026).

Baca juga: Lebaran 2026, Tiket Pesawat ke Singapura dan Malaysia Paling Diburu

Adapun penerbangan yang dimaksud merupakan SQ494 rute Singapura-Dubai dan SQ495 rute Dubai-Singapura.

Penumpang yang sudah membeli tiket untuk rute tersebut dapat memilih opsi alternatif penerbangan lain atau pengembalian dana penuh (refund).

Penumpang yang membeli tiket pesawat langsung melalui situs resmi Singapore Airlines dapat mengisi Formulir Permintaan Bantuan untuk meminta pengembalian dana.

Adapun bagi penumpang yang membeli tiket pesawat melalui agen perjalanan atau maskapai penerbangan mitra, disarankan untuk menghubungi pihak terkait untuk bantuan lebih lanjut.

Baca juga: Harga Tiket Ferry Batam-Singapura Naik Imbas Perang Iran, Ada Biaya Bahan Bakar

Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab (10/3/2015).SHUTTERSTOCK/SORBIS Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab (10/3/2015).

Calon penumpang pesawat juga sangat disarankan untuk memperbarui detail kontak mereka melalui di situs resmi SIA atau berlangganan layanan pemberitahuan seluler untuk menerima pembaruan status penerbangan terbaru.

"SIA menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," tutup keterangan resmi tersebut.

Untuk diketahui, puluhan ribu penerbangan dari dan menuju Timur Tengah telah dibatalkan sejak konflik AS dan Israel-Iran memanas.

Konflik tersebut juga memaksa maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara di sekitar Iran, serta zona rawan konflik lainnya.

Baca juga: Cerita Haru Turis Singapura, Selamat dari Perang AS-Israel dan Iran

Hal ini mengakibatkan durasi penerbangan lebih jauh dan memakan waktu lama, serta peningkatan konsumsi bahan bakar, dan biaya operasional yang lebih tinggi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau