Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Curhat Pengelola Pantai di Bantul Saat Sepi Pengunjung: Diminta Retribusi, tapi Tak Ada Bantuan Pemda

Kompas.com, 25 Maret 2026, 16:00 WIB
Krisda Tiofani,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pengelola pantai di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengaku tidak pernah menerima dana bantuan pengembangan objek wisata dari pemerintah setempat. Padahal, pengunjung ditarik biaya retribusi Rp 15.000 per orang.

Kondisi ini mengakibatkan fasilitas wisata mandek, sebab tidak ada dana masuk yang bisa digunakan untuk pengembangan objek wisata di pantai.

"Pantai kami kekurangan dana untuk pengembangan soalnya memang dari retribusi sekarang, kami belum mendapatkan bagi hasil terkait dengan biaya perawatan dan objek wisata," curhat Ketua Desa Wisata Pantai Goa Cemara, Bayu Sujaka.

Saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/3/2026), Bayu mengatakan bahwa tarif retribusi yang dipungut dari pengunjung, seharusnya diberikan kembali untuk pengelolaan objek wisata.

"Tapi sampai sekarang itu kita belum mendapatkan pengembalian dari bagi hasil tarif retribusi tersebut," sambungnya.

Baca juga: Promo Wisata Jagat Satwa Nusantara TMII, Masuk Farmhouse Cuma Rp 15.000

Kondisi ini berlangsung sudah bertahun-tahun lamanya sejak Pantai Goa Cemara menerapkan tarif retribusi mulai dari Rp 5.000, naik menjadi Rp 7.500, dan terakhir Rp 15.000.

Bayu lantas tidak heran bila jumlah pengunjung Pantai Goa Cemara dan pantai lain di Bantul terus menurun, termasuk saat musim libur Lebaran saat ini.

Wajar saja, kata dia, bila banyak wisatawan yang memilih berlibur ke daerah Gunungkidul, alih-alih mengunjungi pantai di Bantul.

"Mereka di daerah Gunungkidul kan pengembangannya pesat banget tuh, entah dari pemerintah atau dari pihak ketiga itu di sana pesat banget," kata Bayu.

"Sedangkan di Bantul itu ya menurut kita apa adanya seperti ini, dan kita sebagai pengelola juga benar-benar kekurangan biaya," sambung dia.

Baca juga: Kampung di Yogyakarta Ini Bebas dari Suara Kendaraan Bermotor, Penuh Ketenangan

Usulan pengelola wisata

Sebagai pengelola, dirinya telah mengeluhkan kondisi ini kepada Pemda Bantul pada awal Maret 2026.

Dalam musyawarah tersebut, para pengelola wisata di Bantul menyampaikan sejumlah usulan, di antaranya:

1. Menambahkan opsi tiket terpisah untuk setiap objek wisata, bukan terusan, dengan harga Rp 5.000 per objek wisata.

2. Mengembalikan dana retribusi dalam bentuk uang tunai kepada pengelola destinasi yang akan digunakan untuk menyesuaikan program kerja.

3. Membenahi pos retribusi meliputi peletakan pos retribusi hanya di gerbang utama dengan ketertiban jam buka sebagai upaya representasi positif destinasi.

Baca juga: Jutaan Turis Diprediksi Liburan ke Yogyakarta, Apa Penyebabnya?

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau