Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Kota Bernuansa Inggris di China, Seperti Apa Bentuknya?

Kompas.com, 28 Maret 2026, 06:06 WIB
Suci Wulandari Putri Chaniago,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di Distrik Songjiang, Shanghai, China, ada sebuah kota yang dibangun dengan konsep serupa suasana desa di Inggris. Kota ini bernama Thames Town, jaraknya sekitar 19 mil dari pusat Shanghai.

Dikutip dari Express, kota ini berkonsep seperti kota-kota di Inggris. Lengkap dengan jalanan berbatu, ruang telepon berbentuk kotak warna merah, hingga deretan rumah bergaya Victoria, dan toko-toko di sudut jalan.

Nama Thames Town diambil dari Sungai Thames, yang mana bagian dari proyek pengembangan One City, Nine Towns. Protek ini diluncurkan pada tahun 2001, tujuannya untuk mengurangi kepadatan penduduk di Shanghai.

Baca juga:

Menambahkan dari Mirror, pembangunan kota vibes Inggris di China ini dilaporkan menelan biaya sebesar 530 euro.

Seorang Youtuber bernama Ben Morris sempat berkunjung ke sana, dan menurutnya kawasan tersebut seperti Milton Keynes.

Ben yang berasal dari Inggris, dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggrs, mengaku saat berkunjung ke Thames Town, merasa dirinya benar-benar sedang berada di Inggris.

Baca juga:

Thames Town, kota rasa Inggris di China.Dok. Tripadvisor Thames Town, kota rasa Inggris di China.

"Saya berasal dari Inggris, saya telah tinggal sebagian besar hidup saya di Inggris, dan saya merasa seolah-olah saya bisa berada di Inggris sekarang, kecuali plat nomor Cina dan kurangnya kejahatan," kata Ben, dikutip dari Mirror.

Kawasan Thames Tow juga menjadi spot yang banyak dicari oleh pasangan Tionghoa untuk menjadi landaskap foto pernikahan.

Selain suasana kota serupa di Inggris, di sana juga terdapat bangunan yang terinspirasi oleh gaya Tudor.

Di Thames Town juga ada sebuah gereja yang didasarkan pada Christ Church di Clifton, Bristol,sebuah toko ikan dan kentang goreng, gerai KFC, dan bahkan replika Costa Coffee.

Baca juga: China Larang Warganya Liburan ke Jepang, Batalkan 49 Rute Penerbangan

Properti hunian di sana dirancang dengan gaya arsitektur Georgia dan Victoria. Kata Ben, Thames Town dapat menjadi destinasi untuk pelarian dari kehidupan kota Shanghai yang hiruk pikuk.

"Jujur saja, kota ini jauh lebih bagus daripada banyak kota yang pernah saya kunjungi di Inggris. Saya tidak mengerti mengapa orang menyebut tempat ini kota hantu karena tempat ini penuh dengan aktivitas," ujarnya.

Untuk diketahui, di samping menariknya vibes Thames Town, kawasan ini juga kerap disebut sebagai kota hantu.

Pasalnya, banyak rumah dan kota yang tidak dihuni, hanya digunakan sebagai tempat singgah, temat liburan, dan taman rekreasi yang unik. Hal ini menciptakan suasana "kota hantu" yang agak menyeramkan.

Baca juga: Maskapai China Buka Penerbangan Terpanjang di Dunia, Melintasi 3 Benua

Menambahkan dari Far Out Magazine, sebagian besar wilayah tersebut kosong. Banyak properti tampaknya beroperasi sebagai rumah liburan atau benar-benar kosong.

Kondisi ini, bertolak belakang dengan tujuan awal pembangunan Thames Tonwn, yaitu untuk mengurangi masalah perumahan sosial dan kemacetan.

Sementara itu, populasi di Shanghai diperkirakan akan mencapai 25 juta jiwa dalam waktu dekat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau