Penulis
KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar konferensi pers secara daring pada Senin (30/3/2026) buntut 3 dokter magang meninggal dalam kurun waktu berdekatan di bulan Maret.
Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, menegaskan bahwa dari hasil penelusuran tidak ditemukan adanya indikasi kelebihan beban kerja yang bisa menjadi penyebab kematian ketiga dokter magang tersebut.
"Satu, tidak ditemukan adanya indikasi kelebihan beban kerja akibat jadwal jaga. Total bekerja masing-masing ketiga ini, kurang dari 40 jam per minggu," kata Yuli.
Meski begitu, Kemenkes menegaskan akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap rumah sakit (RS) wahana yang menjadi tempat praktik dokter magang.
Langkah ini adalah respons atas beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa kematian dokter magang tersebut disebabkan oleh kelelahan akibat beban kerja berlebih.
Kemenkes menilai penting untuk meluruskan informasi tersebut sekaligus memperbaiki kebijakan yang ada agar kejadian serupa tidak terulang.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes juga membeberkan kronologi dan penyebab meninggalnya 3 dokter magang dalam kurun waktu sebulan.
Baca juga: Dari Abad ke-9 hingga Kini, Campak Tetap Jadi Penyakit Paling Menular di Dunia
Berikut kronologi lengkapnya:
Baca juga: Bisa Fatal, Ini Penyebab Orang Dewasa Masih Bisa Terkena Campak dan Bahayanya
Yuli juga menjelaskan kronologi meninggalnya dokter magang kedua, dengan dugaan penyebab akibat anemia.
"Pasien memilik riwayat MCU dugaan anemia, pernah diberikan izin sakit selama 25 hari pada 2 hingga 27 Oktober 2025." ungkap Yuli.
Baca juga: Kasus Dokter Meninggal Suspek Campak di Cianjur, Seberapa Berbahaya Campak pada Dewasa?
Berikut kronologi dokter magang ketiga yang meninggal pada Maret 2026:
"Diagnosa akhir adalah DHF dengan komplikasi syok," pungkas Yuli.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang