Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pentingnya Literasi Pangan, Dukung Dunia Industri yang Berkelanjutan

Kompas.com, 29 September 2025, 10:58 WIB
Erwin Hutapea

Penulis

KOMPAS.com - Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga keterampilan untuk berpikir kritis, logis, dan inovatif.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menjadi salah satu lembaga yang berperan dalam pengembangan literasi di Indonesia, termasuk literasi pangan.

Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa usaha memperkuat ketahanan pangan berkaitan erat dengan upaya penguatan kemampuan literasi masyarakat. 

“Untuk mewujudkan ketahanan pangan, kita harus meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya generasi muda, di bidang pangan. Indonesia sebagai negara agraris dan maritim dengan kekayaan sumber daya alamnya juga jadi potensi untuk pengembangan diri,” ujar Hafidz dalam keterangannya kepada Kompas.com, Sabtu (27/9/2025) di Jakarta. 

Baca juga: Literasi Digital, Bekal Anak Menjelajahi Dunia Siber dengan Aman dan Bijak

Maka dari itu, pihaknya berharap penyediaan buku-buku bacaan bertema pangan dapat meningkatkan minat dan literasi generasi muda tentang potensi di bidang pangan, misalnya pertanian, peternakan, dan perkebunan. Sebab, selama ini potensi-potensi tersebut dinilai kurang menarik.

Menurut Hafidz, harus ada perubahan asumsi terlebih dulu supaya mereka paham bahwa banyak potensi yang bisa digali dari bidang pangan.

Setelah itu diharapkan terjadi peningkatan minat generasi muda untuk masuk ke sekolah menengah kejuruan (SMK) di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan. 

“Pada fungsi edukasi inilah peran Badan Bahasa, dengan mengedukasi sumber bacaan bertema pangan. Karena dari pemetaan, literatur tentang pangan itu masih sedikit, animonya pun kecil,” jelas Hafidz.

Untuk itu, Badan Bahasa menyatakan siap untuk menyediakan buku-buku dan konten literasi yang berhubungan dengan ketahanan pangan, serta bekerja sama dalam pengembangan kurikulum vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Baca juga: Jagat Literasi Kompas.com: Upaya Tingkatkan Literasi hingga Pelosok Negeri

Rencana Proyek Perubahan

Dalam pelaksanaan program-program itu, Rencana Proyek Perubahan (RPP) dibuat untuk menjadikan literasi sebagai fondasi penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) industri pangan.

Proyek ini berfokus pada penyusunan, implementasi, dan internalisasi model literasi pangan yang menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). 

Kerja sama pun dilakukan dengan melibatkan Kemendikdasmen; Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus; serta Badan Bahasa. 

Selain itu, terlibat pula Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP); sekolah menengah kejuruan (SMK) bidang pangan, kementerian terkait, pelaku industri, serta komunitas literasi dan petani.

Peninjauan Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin didampingi Direktur PT Jatinom ke peternakan ayam di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Agustus 2025.Dok. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Peninjauan Kepala Badan Bahasa Hafidz Muksin didampingi Direktur PT Jatinom ke peternakan ayam di Blitar, Jawa Timur, pada 6 Agustus 2025.

Hafidz Muksin menjelaskan, RPP ini menyangkut empat aspek. Pertama, yaitu menumbuhkan literasi pangan dengan menyusun kebijakan di bidang literasi dan menyediakan sumber-sumber bacaan di bidang literasi pangan. 

Aspek kedua adalah kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri pangan dan disusun di bawah koordinasi BSKAP.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau