Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hampir Setiap Hari Kita Makan, Tahu dan Tempe Mana Yang Lebih Baik?

Kompas.com, 29 Maret 2026, 17:31 WIB
Afif Khoirul Muttaqin,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.COM - Tahu dan tempe merupakan makanan yang hampir ada di semua meja makan orang Indonesia.

Rasanya hampir setiap hari dua makanan ini hadir dalam piring kita, entah itu digoreng garing untuk sarapan, ditumis sebagai pelengkap makan siang, atau jadi campuran sayur lodeh yang hangat.

Tapi, pernahkah kamu benar-benar bertanya-tanya, di antara keduanya, mana sih yang sebenarnya lebih unggul secara nutrisi?

Meskipun sama-sama lahir dari kacang kedelai, tahu dan tempe ternyata punya karakter yang sangat berbeda, mulai dari cara pembuatan hingga dampaknya bagi kesehatan tubuh kita. 

Mengutip dari laman kuliner Allrecipes, perbedaan mendasar ini sering kali membuat orang bingung menentukan mana yang terbaik untuk pola makan harian mereka.

Baca juga: Resep Pepes Tahu Daun Pisang, Gurih Pedas dan Wangi Kemangi

Mari kita bedah perbedaan tahu dan tempe agar Anda semakin paham apa yang masuk ke dalam tubuhmu.

Proses pembuatan yang menentukan karakter

Perbedaan paling mencolok antara keduanya dimulai dari dapur produksi. 

Tahu dibuat dengan cara yang mirip dengan keju, yaitu dengan mengentalkan susu kedelai hingga membentuk dadih, yang kemudian dicetak menjadi blok-blok putih yang lembut dan halus. 

Ilustrasi tahu goreng kremes atau tahu goreng crispy.Shutterstock/Rukuta Ilustrasi tahu goreng kremes atau tahu goreng crispy.

Inilah sebabnya tahu memiliki tekstur yang sangat fleksibel dan mudah menyerap bumbu apa pun yang Anda tambahkan.

Di sisi lain, tempe adalah produk kedelai utuh yang melewati proses fermentasi alami. 

"Tempe dibuat dengan cara memasak kedelai utuh, lalu memfermentasinya dengan jamur (Rhizopus oligosporus) hingga membentuk padatan yang kompak," tulis artikel di Allrecipes

Proses fermentasi ini tidak hanya mengubah tekstur kedelai menjadi lebih padat dan berisi, tetapi juga memberikan rasa kacang (nutty) yang khas yang tidak dimiliki oleh tahu.

Baca juga: Resep Pepes Tahu Daun Pisang, Gurih Pedas dan Wangi Kemangi

Kandungan nutrisi tahu dan tempe

Jika kita bicara soal kandungan gizi, kedua makanan ini adalah sumber protein nabati yang luar biasa. 

Ilustrasi tempe. Tempe didorong sebagai pilihan utama dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk mendukung kesehatan anak sekolah dan pemberdayaan perajin lokal.(SHUTTERSTOCK/Ika Rahma H) Ilustrasi tempe. Tempe didorong sebagai pilihan utama dalam Program Makan Bergizi Gratis untuk mendukung kesehatan anak sekolah dan pemberdayaan perajin lokal.

Namun, karena tempe menggunakan kedelai utuh tanpa banyak proses penyaringan, ia memiliki profil nutrisi yang sedikit lebih padat dibandingkan saudaranya yang lembut.

Bagi kamu yang sedang fokus membangun otot atau mencari rasa kenyang lebih lama, tempe sering kali dianggap sebagai pemenangnya. 


"Karena tempe mengandung seluruh bagian kacang kedelai, ia memiliki lebih banyak protein dan serat dibandingkan tahu," catat ulasan di Allrecipes

Serat ini sangat krusial tidak hanya untuk membuat perut terasa penuh lebih lama, tetapi juga untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan dan stabilitas gula darahmu.

Baca juga: Resep Sup Tahu Ayam Simple, Menu Diet Enak Rendah Kalori

Jadi, tahu dan tempe mana yang lebih sehat?

Jawaban singkatnya sebenarnya sangat tergantung pada tujuan kesehatan masing-masing orang. 

Jika kamu sedang dalam program penurunan berat badan yang ketat dan membatasi kalori, tahu mungkin menjadi pilihan yang sedikit lebih unggul karena kandungan kalorinya yang lebih rendah dibandingkan tempe. 

Tahu juga sering kali diperkaya dengan kalsium selama proses pembuatannya, yang menjadikannya pilihan luar biasa untuk kesehatan tulang.

Namun, tempe memiliki keunggulan dari sisi biologis berkat proses fermentasinya. 

Fermentasi memecah zat-zat yang sulit dicerna dalam kedelai, sehingga nutrisinya lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, tempe secara alami mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan ususmu.

Kesimpulannya, tidak ada alasan untuk membuang salah satu dari menu harianmu. Keduanya adalah makanan super (superfood) asli yang murah meriah dan kaya manfaat. 

"Keduanya adalah pilihan protein nabati yang fantastis yang bisa masuk ke dalam pola makan sehat apa pun," tulis artikel tersebut.

Jadi, tetaplah nikmati tahu dan tempe secara bergantian agar kamu mendapatkan manfaat kesehatan yang lengkap dan seimbang setiap hari.

Baca juga: Resep Tahu Telur Kukus, Makanan Tinggi Protein Tanpa Minyak

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau