Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Marc Marquez di Mata Jorge Martin: "Monster" yang Peduli Sesama Pebalap

Kompas.com, 26 Maret 2026, 14:53 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Pebalap kenamaan Marc Marquez dikenal memiliki reputasi sebagai petarung yang tak kenal ampun saat berada di lintasan balap.

Karakter keras ini bahkan diakui sendiri oleh sang juara dunia yang pada musim MotoGP 2026 ini menjadi andalan utama bagi tim Ducati Lenovo.

Kedigdayaan Marc Marquez di aspal sirkuit sering kali memicu kontroversi karena gaya balapnya yang agresif.

Dalam dokumenter bertajuk All In, ia mengungkapkan sisi gelapnya saat berkompetisi.

"Saya melihat diri saya sebagai orang yang biasa-biasa saja. Namun, di trek, saat balapan, saya seorang bajingan," ucapnya dikutip dari The Guardian.

Baca juga: Raih Podium MotoGP 2026 di Brasil, Jorge Martin Ungkap Peran Marquez

Sikap tanpa kompromi ini sudah ia tunjukkan sejak berstatus rookie, bahkan saat harus berhadapan dengan legenda seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, hingga Dani Pedrosa.

Pada awal musim ini, ia sempat dijatuhi penalti akibat aksi block pass yang memaksa Pedro Acosta melebar dalam sesi Sprint GP Thailand.

Tak hanya itu, pada masa-masa sulitnya bersama Honda, pebalap berjuluk "Si Semut" ini juga kerap menuai kritik karena sering melakukan teknik towing atau membuntuti rival yang lebih cepat demi mendapatkan posisi start terbaik.

Meski kerap memicu kekesalan pebalap lain karena pendekatannya yang memasuki "wilayah abu-abu", nyatanya pebalap asal Spanyol ini memiliki sisi kemanusiaan yang mendalam di luar balapan.

Penyelamat Karier Jorge Martin

Sisi lain tersebut diungkapkan oleh Jorge Martin yang kini membela Aprilia Racing.

Martin bercerita bahwa ia sempat ragu untuk menghubungi rivalnya tersebut saat mengalami rentetan cedera parah pada bahu kanan dan pergelangan tangan kirinya.

Baca juga: Marc Marquez Gagal Podium di MotoGP Brasil, Terkendala Kondisi Trek

Namun, bantuan yang diberikan justru menjadi titik balik bagi kariernya.

"Dia itu seorang monster, saya tahu dia ingin memenangkan semuanya," kata Martin dalam interviu dengan DAZN.

Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025Kompas.com/Donny Jorge Martin saat berlaga pada MotoGP Ceko 2025

"Akan tetapi, secara personal, ketika saya memutuskan untuk menelponnya ... di titik terendah dalam hidup saya, dia mau membantu saya."

Berkat rekomendasi dokter kepercayaan Marquez, Ignacio Roger de Ona, Martin berhasil menjalani operasi cangkok tulang dan kembali kompetitif hingga meraih podium di GP Brasil.

"Saya sangat berterima kasih kepadanya, karena berkat dokternya, saya bisa berada di sini untuk berjuang lagi," tutur Martin.

"Karier saya hampir berakhir, tetapi sekarang hanya permulaan. Jadi kita lihat nanti apakah kami bisa terus bertahan di jalur ini," tambahnya.

Solidaritas Antar-Pebalap

Baca juga: Hasil MotoGP Brasil 2026: Bezzecchi Pertama, Marc Marquez Gagal Podium

Kebaikan hati pebalap Ducati tersebut ternyata bukan yang pertama kalinya.

Sebelumnya, Franco Morbidelli juga mendapatkan pertolongan pertama dari Marquez bersaudara saat mengalami kecelakaan hebat dalam latihan privat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau