Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Bangunan Kabah Berbentuk Kubus?

Kompas.com, 4 Maret 2026, 20:58 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Kabah adalah bangunan yang dianggap sebagai salah satu tempat suci bagi umat bangunan suci umat Islam.

Bangunan ini berupa struktur batu berbentuk persegi panjang yang mendekati kubus dan diselimuti kain hitam yang dikenal sebagai kiswah.

Bentuk kotak Kabah yang kita lihat saat ini bukan tanpa sejarah. Wujud tersebut merupakan hasil perjalanan panjang rekonstruksi sejak masa pra-Islam hingga awal perkembangan Islam.

Bentuk Kabah dari masa ke masa

Dirangkum dari ResearchGate, dalam tradisi Islam, fondasi awal Kabah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Struktur aslinya disebut berbentuk persegi panjang dan tidak beratap.

Bangunan tersebut menjadi simbol tauhid, sebagai "Rumah Allah" (Al-Bait), tempat manusia beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sejak awal, bentuknya dirancang sederhana, tanpa ornamen atau simbol penyembahan berhala.

Baca juga: Rahasia Lantai Tawaf di Masjidil Haram Tetap Dingin saat Cuaca Panas

Beberapa dekade sebelum kenabian Nabi Muhammad, Kabah mengalami kerusakan akibat banjir. Suku Quraisy kemudian berinisiatif membangunnya kembali.

Saat dibangun ulang, ukuran bangunan diperkecil dari rancangan semula. Sebagian area fondasi lama tidak ikut dibangun dan dibiarkan di luar struktur utama.

Area inilah yang kemudian dikenal sebagai Hatim atau Hijr Ismail, ditandai dengan dinding setengah lingkaran di sisi Kabah.

Hingga kini, banyak jamaah berusaha berdoa di area tersebut karena diyakini termasuk bagian dari fondasi asli Kabah.

Mengapa kabah berbentuk kubus?

Karena pengurangan ukuran itulah, bangunan hasil rekonstruksi Quraisy berbentuk hampir kubus, persegi dengan tinggi yang relatif seimbang. Desain ini kemudian menjadi bentuk yang dikenal luas hingga sekarang.

Secara simbolik, bentuk kubus mencerminkan kesederhanaan dan kemurnian tauhid. Kabah tidak dibangun untuk menampilkan kemegahan arsitektur, melainkan sebagai pusat orientasi ibadah.

Bagi umat Islam, Kabah berfungsi sebagai kiblat, yakni arah salat yang menyatukan jutaan Muslim di seluruh dunia dalam satu titik yang sama di Kota Mekkah.

Bentuk kubus melambangkan kesederhanaan dan kesucian. Ini menegaskan bahwa umat Islam tidak menyembah Kabah, melainkan hanya menjadikannya arah kiblat.

Baca juga: Jejak Sejarah Perluasan Masjidil Haram dari Masa ke Masa

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau