Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Bahagia Penghuni Rumah Subsidi Pemerintah, Dari Kontrak ke Rumah Sendiri

Kompas.com, 20 Maret 2026, 13:09 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

BOGOR, KOMPAS.com - Suasana kompleks perumahan Pesona Kahuripan 10 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, tampak hidup.

Anak-anak tampak bermain riang, sementara sebagian penghuni membuka usaha rumahan skala kecil. 

Baca juga: Disentil Prabowo soal Omon-omon 3 Juta Rumah, Ara Siapkan Senjata Baru 

Kompleks yang terdiri atas 2.700 unit hunian ini merupakan bagian dari program tiga juta rumah yang diinisiasi pemerintah di bawah Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Adapun serah terima kunci bagi hunian di perumahan tersebut dilakukan pada 29 September 2025.

Kehadiran perumahan ini diharapkan membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah dengan harga terjangkau sekaligus membuka peluang usaha bagi para penghuninya.

Manfaat rumah subsidi ini salah satunya dirasakan penghuni rumah bernama Lili. Sebelum menempati perumahan tersebut, Lili mengontrak rumah di daerah Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Namun, suatu hari, ia mendapatkan brosur berisi rumah subsidi pemerintah dan langsung memutuskan survei ke lokasi. 

Baca juga: Ditopang Penjualan Rumah, Pendapatan APLN Tahun 2025 Rp 3,57 Triliun

Saat melihat langsung kondisi rumah, Lili mengaku langsung tertarik. "Senang banget pokoknya, enggak nyangka gitu bisa ambil rumah subsidi setelah bertahun-tahun ngontrak. Alhamdulillah banget program rumah subsidi ini, membantu banget buat saya," ujar Lili seperti dikutip dari akun YouTube Penjaga Harapan, Kamis (19/3/2026).

Ia semakin bersyukur karena program ini memberinya kesempatan mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) tanpa harus menyertakan slip gaji yang kerap memberatkan pekerja informal seperti dirinya dalam memiliki hunian impian.

Lili juga mengatakan proses pengajuan rumah subsidi pun terbilang cepat, hanya butuh waktu sekitar dua bulan untuk mendapatkan persetujuan dari bank.

"Ini membantu banget buat saya. Soalnya kan bisa dicicil gitu," imbuhnya. 

Senada dengan Lili, Sri, penghuni rumah subsidi yang juga membuka usaha warung kelontong di perumahan tersebut, mengaku bersyukur dengan adanya program rumah subsidi ini. 

Ia awalnya tinggal di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, kemudian pindah ke kompleks tersebut pada September 2025. 

Baca juga: Hashim: Ada Pihak-pihak yang Ambil Untung Program 3 Juta Rumah 

Suasana kompleks perumahan Pesona Kahuripan 10 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang merupakan bagian dari program tiga juta rumah yang diinisiasi pemerintah di bawah Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Dok/Perumahan Pesona Kahuripan 10 di Cileungsi Suasana kompleks perumahan Pesona Kahuripan 10 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang merupakan bagian dari program tiga juta rumah yang diinisiasi pemerintah di bawah Presiden Indonesia Prabowo Subianto.
Meski mengaku senang bisa menempati hunian baru, walnya ia sempat merasakan kesepian karena tidak memiliki tetangga.

Namun, seiring waktu, kawasan tersebut mulai ramai dihuni. Melihat peluang dari meningkatnya kebutuhan warga, Sri pun memberanikan diri membuka usaha.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau