Penulis
KOMPAS.com - Jika kamu pernah bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan hari Paskah, jawabannya jauh lebih mendalam daripada sekadar perayaan keagamaan tahunan.
Paskah adalah kisah tentang kebebasan, pengorbanan, dan harapan, sebuah perjalanan iman yang dimulai dari zaman Musa hingga puncaknya dalam kebangkitan Yesus Kristus.
Sejarah Paskah dimulai dari pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir dan digenapi dalam kematian serta kebangkitan Yesus Kristus sebagai simbol penebusan umat manusia.
Untuk mengetahuinya, yuk kita simak penjelasan tentang sejarah Paskah di bawah ini!
Baca juga: Jadwal Paskah 2025: Makna, Tanggal Penting, dan Tradisi
Menurut Irmayanti Yusak dalam Makalah Teologi Perjanjian Lama "Studi Hermenutik tentang Perayaan Paskah berdasarkan Keluaran 12 (2019),selama 400 tahun bangsa Israel hidup sebagai budak di bawah kekuasaan Firaun Mesir.
Mereka diperlakukan dengan kejam dan kehilangan identitas sebagai bangsa yang merdeka.
Namun, Allah tidak tinggal diam. Ia memanggil Musa untuk memimpin pembebasan mereka. Melalui serangkaian tulah yang mengguncang Mesir, Tuhan menunjukkan kuasa-Nya.
Tulah kesepuluh menjadi puncaknya, yaitu kematian anak sulung di setiap rumah orang Mesir.
Untuk menghindari murka ini, Tuhan memerintahkan setiap keluarga Israel menyembelih anak domba tanpa cacat, mengoleskan darahnya di tiang pintu, dan memakan dagingnya bersama roti tanpa ragi.
Saat malam itu tiba, malaikat maut “melewati” rumah-rumah yang bertanda darah. Dari sinilah istilah Paskah, yang dalam bahasa Ibrani berarti melewati, berasal.
Baca juga: Alasan Mesir Disebut Sebagai Hadiah dari Sungai Nil
Hari raya Paskah memperingati peristiwa ini sebagai simbol pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Ini bukan hasil usaha manusia semata, tapi sepenuhnya karya penyelamatan dari Allah sendiri.
Sejak saat itu, Paskah dirayakan setiap tahun oleh bangsa Israel sebagai salah satu pesta keagamaan terbesar dan paling suci. Ini adalah momen sakral yang mengingatkan mereka akan kuasa Tuhan yang sanggup menyelamatkan.
Namun, makna Paskah tidak berhenti di Mesir. Dalam Perjanjian Baru, peristiwa ini mendapat arti yang jauh lebih dalam dan bersifat profetik.
Menurut Yayasan Lembaga SABDA Ministry Learning Center dalam Memahami Makna Paskah (2024), Paskah menjadi simbol penebusan yang digenapi dalam pribadi Yesus Kristus.
Yesus disebut sebagai Anak Domba Paskah, yang mengorbankan diri-Nya untuk menebus dosa umat manusia. Rangkaian peristiwa menjelang kematian-Nya sangat erat dengan simbol-simbol Paskah:
Baca juga: Mengapa Peringatan Kematian Yesus Dinamakan Jumat Agung?