Penulis
KOMPAS.com - Seorang warga ditemukan meninggal dunia di jalur rel kereta api di Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (25/3/2026). Korban diduga tertabrak kereta yang melintas di lokasi tersebut.
Hal tersebut diketahui setelah warga melaporkan adanya mayat yang sudah ditutupi daun talas.
"Iya, ada laporan warga dilaporkan tertabrak kereta," ujar Kapolsek Pauh, Edi Harto, dikutip dari TribunPadang, Rabu.
"Kejadiannya masuk wilayah hukum Polsek Pauh, karena terjadi di Kelurahan Limau Manis Selatan," tambahnya.
Baca juga: Penumpang Kereta Bisa Tukar Uang Baru di Stasiun Jember, Berikut Caranya
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh petugas Polisi Khusus Kereta (Polsuska) sekitar pukul 03.00 WIB saat melakukan patroli di jalur rel Indarung.
"Saat itu petugas Polsuska bernama Revanstevano melaksanakan patroli rel kereta api di sepanjang rel Indarung," ujar Edi.
Dalam patroli tersebut, petugas menemukan mayat di atas rel kereta api dan segera melaporkannya ke Polsek Pauh.
Polisi juga menerima laporan dari warga sekitar pukul 05.30 WIB dan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Baca juga: Imbas Banjir Grobogan, KAI Daop 4 Semarang Alihkan Jalur 3 Kereta
"Usai menerima informasi tersebut, kami beserta piket fungsi Poslek Pauh melakukan pengecekan adanya penemuan mayat diduga tertabrak kereta api Indarung-Teluk Bayur," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, korban diduga tertabrak kereta api dengan rute Indarung–Teluk Bayur.
Petugas selanjutnya melakukan identifikasi dan diketahui korban bernama Kaslim (50), seorang buruh harian asal Cilacap, Jawa Tengah.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Dr. M. Djamil Padang untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Baca juga: KAI Daop 9 Jember Larang Warga Ngabuburit di Jalur Kereta Api, Drone Dikerahkan untuk Patroli
Menindaklanjuti temuan jenazah yang sempat tertutup daun talas, polisi kini melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.
Edi mengatakan pihaknya akan mendalami penyebab pasti insiden tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait.
“Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak PT KAI, khususnya masinis yang mengoperasikan kereta saat kejadian,” jelasnya, dikutip dari TribunPadang, Rabu.
Selain itu, polisi juga menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan rekan Kaslim yang diterima polisi, korban terakhir kali terlihat meninggalkan mess pada Selasa (24/3/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB sambil melakukan panggilan telepon.
“Paginya, rekan korban mendapatkan informasi bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di rel kereta api,” tambahnya.
Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Kereta Api Vs Avanza di Tebing Tinggi, Terseret 300 Meter, 9 Tewas
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang