Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Gunakan Meta AI di Grup WhatsApp, Tidak Perlu Aplikasi Tambahan

Kompas.com, 21 Desember 2024, 19:00 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Penulis

KOMPAS.com - Meta AI kini dapat digunakan untuk percakapan di grup WhatsApp (WA).

Meta AI adalah chatbot berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan milik induk perusahaan WA, Meta.

Meta membekali AI-nya dengan sejumlah fitur, seperti menyajikan informasi terkini tentang berita atau teknologi dan pencarian atas jawaban yang ditanyakan pengguna.

Meta AI dapat digunakan untuk percakapan personal dengan menekan logo lingkaran berwarna biru-ungu di pojok kanan bawah layar atau mengetikkan “Ask Meta AI” di kolom pencarian.

Jika ingin mencoba chatting-an dengan chatbot di grup, pengguna tidak perlu mengunduh aplikasi Meta AI.

Berikut cara mengaktifkan Meta AI agar pengguna bisa melakukan percakapan dengan chatbot.

Baca juga: Perekrutan Karyawan Bank di China Gunakan AI, Bisa Wawancara 2.500 Kali dalam 24 Jam

Cara WA Meta AI untuk percakapan grup

Dilansir dari laman resmi WA, pengguna bisa menggunakan Meta AI di percakapan grup untuk mengajukan pertanyaan atau meminta saran kepada chatbot.

Anggota lain di grup yang sama dapat melihat chat dari pengirim pesan ke Meta AI serta tanggapan chatbot.

Untuk sementara, fitur Meta AI untuk percakapan grup belum tersedia di seluruh negara.

Namun, teknologi tersebut sudah dibekali dengan kemampuan berbahasa Arab, Hindi, Indonesia, Inggris, Portugis, Prancis, Spanyol, Tagalog, Thailand, dan Vietnam.

Meta AI hanya bisa membaca dan membalas pertanyaan yang menyebut @Meta AI, bukan pesan yang lain.

Selain itu, pesan dan panggilan pribadi tetap terenkripsi secara end-to-end sehingga WA ataupun Meta tidak bisa melihat atau mendengarkannya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Chatbot AI Alternatif Pengganti ChatGPT

Agar lebih paham, simak cara WA Meta AI untuk percakapan grup berikut ini:

  • Buka chat grup yang ingin menggunakan AI.
  • Ketik “@” di kolom pesan
  • Klik Meta AI
  • Jika diminta, silakan baca dan terima ketentuan
  • Ketik prompt atau instruksi. Contoh instruksi, “Bagaimana cuaca hari ini di Jakarta” atau ”Apakah perut mulas tanda makan makanan tidak sehat?”
  • Klik tanda panah
  • Tunggu sampai tanggapan AI akan ditampilkan di chat.

Baca juga: Cara Membuat Stiker WhatsApp Pakai Fitur Meta AI

Aturan menggunakan WA Meta AI

Meta AI memang menawarkan kemudahan untuk mengakses informasi terkini tanpa harus membuka Google.

Namun, ada sejumlah aturan yang perlu diketahui pengguna ketika menggunakan WA Meta AI, baik untuk percakapan personal atau grup.

Dilansir dari laman resmi WA, berikut aturan menggunakan Meta AI:

Aturan umum

  • Jujur dan akurat: berikan informasi yang benar dan akurat
  • Hormat dan sopan: gunakan bahasa yang sopan dan menghormati
  • Tidak diskriminatif: hindari konten yang diskriminatif atau merendahkan
  • Tidak mempromosikan kekerasan: hindari konten yang mempromosikan kekerasan atau kebencian
  • Tidak melanggar hak cipta: jangan membagikan konten yang melanggar hak cipta.

Baca juga: Mengapa Fitur Meta AI Tidak Muncul di WhatsApp? Ini Penyebabnya

Aturan konten

  • Tidak boleh mengandung spam atau iklan
  • Tidak boleh mengandung konten dewasa atau eksplisit
  • Tidak boleh mengandung konten yang menghina atau merendahkan
  • Tidak boleh mengandung konten yang mempromosikan kegiatan ilegal
  • Tidak boleh mengandung konten yang melanggar privasi orang lain
  • Jangan meminta atau memberikan informasi pribadi
  • Jangan meminta atau memberikan kata sandi atau informasi keamanan
  • Jangan melakukan percakapan yang tidak pantas atau mengganggu
  • Jangan meminta atau memberikan konten yang melanggar aturan 

Konsekuensi

  • Pelanggaran aturan dapat mengakibatkan pemblokiran sementara atau permanen
  • Konten yang melanggar aturan dapat dihapus
  • Pengguna yang melanggar aturan dapat kehilangan akses ke fitur tertentu.

Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Meta AI WhatsApp, Apa Saja?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau