KOMPAS.com - Banjir bandang melanda Kabupaten Wuxi, Shaanxi, China dan menghanyutkan sekitar 20 kg perhiasan dari toko emas setempat, pada Jumat pagi (25/7/2025).
Pemilik toko emas Laofengxiang, Ye, mengatakan, banjir tersebut menyapu perhiasan emas meliputi kalung, gelang, anting-anting, dan liontin, serta cincin berlian, perhiasan perak, dan batu giok.
Perhiasan tersebut tidak disimpan di dalam brankas, melainkan dipajang pada hari sebelum banjir melanda.
Sebagaimana dilansir The Standard, Senin (28/7/2025), Ye mengatakan, saat penjaga toko baru saja tiba pada pagi hari, mereka diperintahkan untuk mengungsi karena banjir mendekat.
Dalam hitungan menit, air menerjang dengan deras dan menerobos pintu toko dengan ketinggian lebih dari satu meter.
Selain itu, Ye mengaku bahwa brankas berisi inventaris, barang daur ulang, serta sejumlah uang tunai juga hilang tersapu banjir.
Diperkirakan, perhiasan yang hilang bernilai lebih dari 10 juta yuan (sekitar Rp 22,9 miliar).
Baca juga: BMKG Beri Peringatan Dini Banjir Sejumlah Wilayah, Mana Saja?
Putra Ye, Xiaoye, menggatakan keluarga dan staf menghabiskan dua hari menyisir lumpur untuk mencari perhiasan tersebut setelah air surut.
Namun, mereka hanya berhasil menemukan 1 kg emas, di antaranya dikembalikan oleh warga secara sukarela.
Adapun CCTV toko tidak bisa merekam kejadian tersebut karena pemadaman listrik dan internet selama banjir.
Setelah berita mengenai toko emas menyebar, banyak warga berbondong-bondong ke lokasi kejadian untuk mencari perhiasan yang hilang.
Kerumunan tersebut menyebabkan kekacauan. Beberapa orang bahkan membawa detektor logam untuk menyisir area itu.
"Beberapa warga melaporkan melihat orang mengambil perhiasan, tetapi tidak ada seorang pun yang datang untuk mengembalikannya," kata Xiaoye, dikutip dari VN Express, Selasa (29/7/2025).
Xiaoye memperingatkan, siapa pun yang sengaja mengambil perhiasan yang hilang, akan dilaporkan ke kepolisian.
Pihak toko juga akan mengumpulkan barang bukti dan mengambil tindakan hukum.
Investigasi sedang dilakukan oleh otoritas setempat, termasuk Biro Pengawasan Pasar dan Biro Keamanan Publik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang