Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

25 Negara dengan Persepsi Moral Tertinggi: Indonesia-Kanada di Puncak, AS Terbawah

Kompas.com, 27 Maret 2026, 07:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Irawan Sapto Adhi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di sebagian besar negara, masyarakat cenderung memandang sesama warga negaranya sebagai pribadi yang bermoral. Hanya Amerika Serikat (AS) yang berbeda.

Dalam survei Pew Research Center tahun 2025, AS menjadi satu-satunya negara di mana mayoritas responden menilai bahwa warga negaranya tidak bermoral.

Grafik berikut menampilkan peringkat 25 negara berdasarkan persentase responden yang menilai masyarakat di negaranya bermoral. Data ini bersumber dari Survei Sikap Global Musim Semi 2025 yang dilakukan Pew Research Center.

Hasil survei menunjukkan bahwa Kanada dan Indonesia menempati posisi teratas. Masing-masing 92 persen responden percaya bahwa sesama warga negara mereka bermoral.

Meski sama-sama 92 persen, Kanada sedikit lebih unggul karena hanya 7 persen responden yang menilai warganya tidak bermoral, dibandingkan 8 persen di Indonesia.

Lantas, negara mana saja yang memiliki tingkat kepercayaan terhadap moralitas masyarakat tertinggi di dunia?

Baca juga: Filipina Resmi Umumkan Darurat Energi Imbas Konflik Iran-AS, Apakah Indonesia Masih Aman?


Negara dengan nilai moral tertinggi di dunia

Data dari Pew Research Center dalam Spring 2025 Global Attitudes Survey menunjukkan bagaimana masyarakat di berbagai negara memandang moralitas sesama warganya.

Hasilnya memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok antarnegara.

Di posisi teratas, Kanada dan Indonesia sama-sama mencatat angka tertinggi, yakni 92 persen responden menilai sesama warga mereka bermoral.

Angka ini menunjukkan tingkat kepercayaan sosial yang sangat tinggi di kedua negara.

Di bawahnya, India dan Swedia menyusul dengan 88 persen, diikuti Australia (85 persen). Kemudian, Jepang dan Meksiko berada di angka 83 persen, serta Inggris di 82 persen.

Selanjutnya, Belanda mencatat 80 persen, disusul Korea Selatan (78 persen).

Sebaliknya, AS menjadi satu-satunya negara dalam survei ini dengan mayoritas penduduk yang menganggap warga senegaranya tidak bermoral.

Laporan ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana persepsi sosial dan kepercayaan publik terbentuk di berbagai lapisan masyarakat global.

Baca juga: Iran Luncurkan Rentetan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS, Kuwait hingga Bahrain Siaga

Berikut adalah rincian data persentase responden dari berbagai belahan dunia yang menilai warga negaranya bermoral dan tidak bermoral, diurutkan dari persepsi positif tertinggi:

  1. Kanada – 92 persen
  2. Indonesia – 92 persen
  3. India – 88 persen
  4. Swedia – 88 persen
  5. Australia – 85 persen
  6. Jepang – 83 persen
  7. Meksiko – 83 persen
  8. Inggris – 82 persen
  9. Belanda – 80 persen
  10. Korea Selatan – 78 persen
  11. Jerman – 72 persen
  12. Kenya – 72 persen
  13. Spanyol – 71 persen
  14. Nigeria – 71 persen
  15. Polandia – 70 persen
  16. Argentina – 70 persen
  17. Israel – 68 persen
  18. Hungaria – 68 persen
  19. Afrika Selatan – 63 persen
  20. Italia – 59 persen
  21. Perancis – 55 persen
  22. Yunani – 55 persen
  23. Brasil – 51 persen
  24. Turkiye – 51 persen
  25. Amerika Serikat – 47 persen.

Baca juga: Iran Bantah Negosiasi dengan AS, Peringatkan Negara Sekutu Bisa Jadi Musuh

Dari tingkat kepercayaan sosial yang tinggi di Kanada dan Indonesia hingga skeptisisme yang muncul di Amerika Serikat, data ini mencerminkan bagaimana nilai, budaya, dan pengalaman sosial membentuk pandangan kita terhadap sesama.

Dengan memahami persepsi ini, kita bisa lebih menghargai keragaman sosial sekaligus menyadari pentingnya membangun kepercayaan dan solidaritas di masyarakat, tak peduli di negara mana kita tinggal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
10 Orang Terkaya di Dunia Awal April 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Rp 13.862 triliun
Tren
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Ancaman Nyata Pesisir Utara Jawa: Pekalongan, Semarang, Jakarta Bisa Tenggelam
Tren
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Berlaku 1 April 2026, Ini 7 Aturan Baru Transformasi Budaya Kerja, WFH ASN hingga Efisiensi Perjalanan Dinas
Tren
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Resmi Berlaku 1 April 2026, Ini Batas Pembelian BBM Subsidi per Kendaraan
Tren
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
5 Fakta 3 Prajurit TNI Gugur karena Serangan Israel ke Lebanon, IDF Tak Mau Disalahkan
Tren
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Analisis Geospasial: Hujan Bukan Satu-satunya Penyebab Banjir dan Longsor di Indonesia, Apa Saja?
Tren
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Resmi, Ini Daftar Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg Per 1 April 2026
Tren
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Respons Strategis Asia terhadap Krisis Energi Global 2026: Indonesia Terapkan WFH, Sri Lanka Rabu Libur
Tren
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Jangka Waktu Terus Diperpanjang, Pakar Sebut AS Sudah Tak Lagi Kendalikan Perang Iran
Tren
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Sudah Berapa Orang yang Tewas Usai AS-Israel Serang Iran dan di Mana Saja?
Tren
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Respons Israel soal 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Apa Kata Mereka?
Tren
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Pesawat Sengaja Dijatuhkan di Meksiko, Ini Kursi Paling Aman Menurut Hasil Uji
Tren
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Harga BBM April 2026 Tetap, Stok di Indonesia Aman? Ini Kata Pertamina
Tren
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Pink Moon Muncul 1–2 April 2026, Ini Bedanya dengan Bulan Purnama Biasa
Tren
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
PLN Beri Potongan Rp 10.000 Bayar Listrik via PLN Mobile, Ini Jadwalnya
Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau