YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kamis, 2 April 2026 lurah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berencana sowan ke Keraton Yogyakarta.
Diperkirakan ada sekitar 10.000 sampai 12.000 orang terdiri dari pamong maupun lurah yang hadir dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-80 Gubernur sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dengan adanya kegiatan ini, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan, beberapa ruas jalan akan ditutup saat acara berlangsung.
Ruas-ruas tersebut adalah Jalan Kauman, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jalan Panembahan Senopati, Jalan Malioboro, Jalan Sosrowijayan, Jalan Dagen, Jalan Perwakilan, Jalan Pajeksan, Jalan Suryatmajan, Jalan Beskalan, Jalan Pabringan, dan Jalan Reksobayan.
Baca juga: Kirab Budaya HUT Sri Sultan HB X Digelar 2 April, Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pukul 06.00
“Nanti arus lalu lintas dari sisi utara akan kami tutup dari Teteg sampai ke selatan itu nanti juga di Malioboro, sirip-sirip kami tutup akan banyak masyarakat berjalan ke arah Keraton meskipun titik kumpul awal start di Titik Nol kami sudah menutup dari sisi utara,” katanya.
Penutupan jalan diberlakukan mulai pukul 06.00 WIB dan diperkirakan dibuka kembali pada pukul 12.00 WIB.
Namun, khusus Jalan Malioboro akan ditutup selama satu hari.
Selain melakukan penutupan, Dishub DIY juga menyiapkan 16 kantong parkir di kawasan ini.
Kantong-kantong parkir yang disiapkan diantaranya Kawula Alit, Utara Cavinton, Tempat Khusus Parkir (TKP) Ngabean, TKP Beskalan, TKP Pasar Sore, Komando Tugu, Eks Trio, McD Sudirman, Eks Menara Kopi, DPRD DIY, DPRD DIY, Kepatihan, TKP Ketandan, Taman Budaya, TKP Limaran, Sriwedani, TKP Senopati.
Ketua Nayantaka, Gandang menjelaskan, dalam perayaan mangayubagya atau ikut bersuka cita atas ulang tahun ke 80 Sultan HB X bakal dihadiri oleh 10.000 hingga 12.000 orang.
Baca juga: Rayakan Ulang Tahun Ke-80 Sri Sultan Hamengku Buwono X, Lurah Se-DIY Siapkan Hasil Bumi
Jumlah tersebut merupakan hitungan kasar yang terdiri dari pamong dan juga lurah seluruh DIY.
“Perkiraan nanti tiap kelurahan itu ada 20 perwakilan, secara kasar 10 ribu sampai 12 ribu untuk kami lurah-lurah,” katanya, Senin (30/3/2026).
Dia menyampaikan, para lurah akan menggunakan pakaian adat Jawa atau pakaian adat khas Yogyakarta.
Pihaknya juga mempersilakan masyarakat DIY untuk ikut serta dengan menggunakan batik.
“Kalau untuk wanita ada dua pilihan bisa pakai pakaian adat jika berjilbab pakai batik jadi jelasnya seperti itu,” kata dia.