Penulis
KULON PROGO, KOMPAS.com - Keluarga Praka Farizal Romadhon masih menanti kepastian kepulangan jenazah sang prajurit yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan.
Jenazah anggota TNI tersebut diperkirakan tiba di rumah duka di Dusun Ledok, Kelurahan Sidorejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (3/4/2026).
Namun, kepastian jadwal pemulangan jenazah masih menunggu perkembangan di lapangan.
Baca juga: Prajurit di Lampung Gelar Salat Gaib untuk 3 TNI Gugur di Lebanon
"Kabar terakhir dari komandan itu mengatakan jenazah akan datang hari Jumat," kata Sumijan, paman almarhum Praka Farizal di rumah duka Kulon Progo, dikutip dari Antara Yogya, Rabu (1/4/2026).
"Namun, itu perkiraan, belum ada kepastian. Kalau posisi (almarhum) menurut komandan juga belum tahu, komandan yang dari Aceh datang ke sini kemarin, kebetulan domisili di Sentolo Kulon Progo nanti yang akan mendampingi kedatangan jenazah," tambah Sumijan.
Pihak keluarga menyebutkan, proses evakuasi jenazah masih terkendala situasi perang yang belum stabil.
"Kendalanya karena situasi, kan kemarin yang mau mengambil jenazah saja kena," katanya.
Baca juga: TNI di Maluku Serentak Shalat Gaib, Doakan 3 Prajurit yang Gugur di Lebanon
Praka Farizal Romadhon gugur sekitar pukul 20.44 waktu Lebanon pada Minggu (29/3/2026), akibat serangan artileri yang menghantam area Indobatt UNP 7-1 di Kota Adshit Al-Qusyar, Lebanon Selatan.
Almarhum merupakan prajurit Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda.
Ia tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Kontingen Garuda XXIII-S dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
“Semasa dinas almarhum dikenal sangat rajin beribadah. Orangnya ramah, loyalitas sangat tinggi kepada atasan,” kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda Kolonel Inf T Mustafa Kamal di Banda Aceh, dikutip dari Antara, Selasa (31/3/2026).
Menurut Mustafa Kamal, Farizal telah mengabdi sebagai prajurit TNI selama hampir sembilan tahun dengan penugasan awal di Aceh.
Kepergian almarhum tidak hanya menjadi duka bagi keluarga dan institusi TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia.
Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, serta seorang anak perempuan berusia dua tahun, Shanaya Almahyra Elshanu.
“Informasi yang kami peroleh almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya (Kulon Progo),” kata Mustafa Kamal.
“Kodam Iskandar Muda siap memberikan yang terbaik kepada keluarga prajurit TNI yang gugur dalam mengemban tugas mulia untuk negara dan bangsa. TNI menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Seluruh hak-hak prajurit yang gugur maupun yang terluka akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.
Baca juga: Duka Keluarga Menunggu Kepulangan Kapten Zulmi, Prajurit TNI asal Cimahi yang Gugur di Lebanon
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang