KOMPAS.com - Legenda hidup sekaligus mantan bomber tajam, Andriy Shevchenko, memberikan sorotan tajam terhadap perilaku bintang asal Portugal, Rafael Leao.
Sikap sang pemain menjadi perbincangan setelah raksasa Liga Italia, AC Milan, melakoni laga pekan ke-30 Serie A musim 2025-2026.
I Rossoneri sebenarnya berhasil memetik poin penuh di San Siro dengan kemenangan tipis 3-2 atas Torino.
Kemenangan armada asuhan Massimiliano Allegri tersebut dipastikan melalui gol-gol yang dicetak oleh Strahinja Pavlovic, Adrien Rabiot, dan Youssouf Fofana.
Sementara itu, tim tamu memberikan perlawanan melalui gol Giovanni Simeone dan eksekusi penalti Nikola Vlasic.
Namun, sorotan utama justru tertuju pada tingkah laku Leao yang sempat menunjukkan gestur tidak puas.
Persoalan Adaptasi Peran dan Sikap di Lapangan
Kritik dari Andriy Shevchenko muncul menyusul momen "tantrum" yang diperlihatkan Leao saat ditarik keluar oleh pelatih dalam laga sebelumnya.
Pemain berusia 26 tahun tersebut tampak menunjukkan rasa frustrasinya terhadap kinerja rekan setimnya di lapangan, terutama kepada Christian Pulisic yang menjadi tandemnya dalam formasi 3-5-2.
Kondisi ini diperparah dengan cedera selangkangan yang diderita sang pemain setelah laga melawan Lazio, yang membuatnya absen dalam duel kontra Torino.
Shevchenko, peraih Ballon d'Or 2004, menilai bahwa kesulitan Leao musim ini tak lepas dari perubahan peran barunya sebagai ujung tombak, posisi yang dianggap kurang natural bagi pemain yang terbiasa menyisir sisi kiri lapangan tersebut.
"Rafa bukan penyerang," ucap Shevchenko, dikutip dari Football Italia.
"Dia diminta untuk menjadi penyerang tengah, tampil baik di beberapa pertandingan, kurang baik di pertandingan lain. Kita perlu melihat apakah dia benar-benar ingin membantu tim, dan dia adalah satu-satunya yang bisa memainkan peran itu saat ini," ujarnya menambahkan.
Nasihat Legenda untuk Masa Depan Leao
Eks penyerang yang membawa AC Milan menjuarai Liga Champions 2003-2004 itu pun menasihati juniornya tersebut agar lebih bijak dalam bersikap.
Menurutnya, performa buruk dalam sebuah pertandingan adalah hal yang manusiawi, namun perilaku negatif di atas lapangan tidak dapat dibenarkan.
"Anda bisa salah dalam sebuah pertandingan, tapi jangan sampai memiliki sikap yang salah," tutur Sheva melanjutkan.
"Ada saat-saat ketika Anda bisa marah pada rekan setim atau pelatih. Akan tetapi, yang penting adalah segera menyelesaikan masalah," pungkasnya.
https://bola.kompas.com/read/2026/03/25/05440898/kritik-menohok-shevchenko-untuk-rafael-leao