Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ambisi Riccardo Calafiori Akhiri Penantian 12 Tahun Italia di Piala Dunia

Kompas.com, 25 Maret 2026, 07:30 WIB
Tim Kompas.com,
Yudha Riefwan Najib

Tim Redaksi

Sumber Antara

KOMPAS.com - Bek sayap Arsenal, Riccardo Calafiori, menegaskan tekad kuatnya untuk membawa tim nasional Italia kembali ke panggung tertinggi sepak bola dunia.

Riccardo Calafiori mengincar kemenangan krusial di babak play-off demi mengamankan tiket menuju Pianla Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Bagi Riccardo Calafiori, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan misi penebusan sejarah bagi Gli Azzurri.

Sebagaimana diketahui, pemilik empat gelar juara dunia ini sudah cukup lama absen dari turnamen empat tahunan tersebut.

Partisipasi terakhir sang pemilik scudetto Eropa ini terjadi pada edisi 2014 di Brasil, di mana mereka harus tersingkir menyakitkan di fase grup setelah kalah bersaing dari Kosta Rika dan Uruguay.

Baca juga: Riccardo Calafiori Peringatkan Timnas Italia Soal Bola Mati Irlandia Utara

Menghadapi partai semifinal play-off Jalur A melawan Irlandia Utara di Stadion Gewiss, Bergamo, Calafiori mengaku sangat antusias meski menyadari besarnya beban yang dipikul.

Italia terancam mencatatkan sejarah kelam jika gagal lolos untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah absen pada edisi 2018 dan 2022.

"Menuju ke Piala Dunia adalah mimpi masa kecil. Saya tak sabar untuk memainkan pertandingan ini. Tekanan selalu ada, tidak ada artinya untuk menghindari itu," tegas Calafiori dalam konferensi pers yang dikutip dari laman resmi federasi dan Tutto Sport.

Ia pun mengajak rekan-rekan setimnya untuk tetap bersikap optimistis di tengah situasi genting.

"Kami tahu betapa pentingnya untuk lolos, kami semua menginginkan hal yang sama. Mari mencoba untuk mewujudkan itu dan berpikir secara positif," sambungnya.

Waspadai Bola Mati dan Intensitas Lawan

Berbicara mengenai teknis pertandingan, mantan penggawa Bologna ini memberikan peringatan khusus terkait gaya bermain tim tamu.

Baca juga: Hasil Wolves Vs Arsenal 2-2, Gol Bunuh Diri Riccardo Calafiori Buat The Gunners Gagal Menang

Mengingat banyak pemain Irlandia Utara yang merumput di liga Britania, Calafiori yang kini berkarier di Arsenal paham betul akan ancaman fisik dan bola-bola panjang lawan.

Hasil Wolves vs Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris (Premier League) 2025-2026, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-2. Para pemain Wolves dalam foto ini merayakan gol bunuh diri bek Arsenal Riccardo Calafiori.AFP/PAUL ELLIS Hasil Wolves vs Arsenal dalam lanjutan Liga Inggris (Premier League) 2025-2026, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-2. Para pemain Wolves dalam foto ini merayakan gol bunuh diri bek Arsenal Riccardo Calafiori.

"Kita harus fokus pada bola mati melawan mereka karena mereka (Irlandia Utara) bisa sangat berbahaya, tetapi kita juga bisa berbahaya. Bola mati dalam sepak bola modern dapat membuat perbedaan," jelas Calafiori.

Ia menambahkan bahwa detail kecil seperti antisipasi bola kedua akan menjadi faktor penentu.

"Begitu ada kesempatan, mereka akan mencari umpan panjang; kita perlu mencoba menghindari gaya permainan ini sebisa mungkin dan berhati-hati pada bola kedua. Kita perlu fokus dari menit pertama hingga menit terakhir," tutupnya.

Fokus pada Kekuatan Sendiri

Baca juga: Arsenal Resmi Datangkan Riccardo Calafiori, Tebalkan Tembok Arteta

Meski sering dibanding-bandingkan dengan atmosfer kompetisi di Inggris, pemain yang identik dengan rambut gondrong ini lebih memilih untuk memusatkan energi pada kesiapan internal timnas Italia.

Baginya, kunci untuk mengakhiri kutukan kualifikasi adalah dengan menikmati setiap momen di lapangan tanpa terlalu terbebani oleh kegagalan masa lalu.

"Pada momen yang sangat genting ini, kuncinya adalah hidup di masa kini, tidak terlalu banyak berpikir dan menikmati momen tersebut, bekerja sebagai tim dan menjalaninya hari demi hari," kata pemain asal Arsenal tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau