Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kritik Menohok Shevchenko untuk Rafael Leao

Kompas.com, 25 Maret 2026, 05:44 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Legenda hidup sekaligus mantan bomber tajam, Andriy Shevchenko, memberikan sorotan tajam terhadap perilaku bintang asal Portugal, Rafael Leao.

Sikap sang pemain menjadi perbincangan setelah raksasa Liga Italia, AC Milan, melakoni laga pekan ke-30 Serie A musim 2025-2026.

I Rossoneri sebenarnya berhasil memetik poin penuh di San Siro dengan kemenangan tipis 3-2 atas Torino.

Kemenangan armada asuhan Massimiliano Allegri tersebut dipastikan melalui gol-gol yang dicetak oleh Strahinja Pavlovic, Adrien Rabiot, dan Youssouf Fofana.

Sementara itu, tim tamu memberikan perlawanan melalui gol Giovanni Simeone dan eksekusi penalti Nikola Vlasic.

Baca juga: Lewandowski Terbuka untuk Klub Mana Pun, AC Milan dan Juventus Berlomba

Namun, sorotan utama justru tertuju pada tingkah laku Leao yang sempat menunjukkan gestur tidak puas.

Persoalan Adaptasi Peran dan Sikap di Lapangan

Kritik dari Andriy Shevchenko muncul menyusul momen "tantrum" yang diperlihatkan Leao saat ditarik keluar oleh pelatih dalam laga sebelumnya.

Pemain berusia 26 tahun tersebut tampak menunjukkan rasa frustrasinya terhadap kinerja rekan setimnya di lapangan, terutama kepada Christian Pulisic yang menjadi tandemnya dalam formasi 3-5-2.

Kondisi ini diperparah dengan cedera selangkangan yang diderita sang pemain setelah laga melawan Lazio, yang membuatnya absen dalam duel kontra Torino.

Shevchenko, peraih Ballon d'Or 2004, menilai bahwa kesulitan Leao musim ini tak lepas dari perubahan peran barunya sebagai ujung tombak, posisi yang dianggap kurang natural bagi pemain yang terbiasa menyisir sisi kiri lapangan tersebut.

"Rafa bukan penyerang," ucap Shevchenko, dikutip dari Football Italia.

Baca juga: AC Milan Makin Dekat, Kolarov Sorot Penyakit Inter Milan

"Dia diminta untuk menjadi penyerang tengah, tampil baik di beberapa pertandingan, kurang baik di pertandingan lain. Kita perlu melihat apakah dia benar-benar ingin membantu tim, dan dia adalah satu-satunya yang bisa memainkan peran itu saat ini," ujarnya menambahkan.

Legenda AC Milan dan timnas Ukraina, Andriy Shevchenko, saat menghadiri penghargaan Ballon d'Or 2022 di Paris pada 17 Oktober 2022.AFP/FRANCK FIFE Legenda AC Milan dan timnas Ukraina, Andriy Shevchenko, saat menghadiri penghargaan Ballon d'Or 2022 di Paris pada 17 Oktober 2022.

Nasihat Legenda untuk Masa Depan Leao

Eks penyerang yang membawa AC Milan menjuarai Liga Champions 2003-2004 itu pun menasihati juniornya tersebut agar lebih bijak dalam bersikap.

Menurutnya, performa buruk dalam sebuah pertandingan adalah hal yang manusiawi, namun perilaku negatif di atas lapangan tidak dapat dibenarkan.

"Anda bisa salah dalam sebuah pertandingan, tapi jangan sampai memiliki sikap yang salah," tutur Sheva melanjutkan.

Baca juga: Makna di Balik Selebrasi Gol Pemain AC Milan Saat Babat Torino 3-2

"Ada saat-saat ketika Anda bisa marah pada rekan setim atau pelatih. Akan tetapi, yang penting adalah segera menyelesaikan masalah," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau