Penulis
KOMPAS.com – Timnas Spanyol harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Mesir dalam laga uji coba internasional, Selasa (31/3/2026 waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Pertandingan FIFA Matchday Timnas Spanyol vs Mesir di Stadion RCDE, Barcelona, itu diwarnai insiden chant ofensif dari sebagian penonton yang menargetkan pemain Mesir, termasuk saat lagu kebangsaan berkumandang sebelum kickoff.
Pihak stadion kemudian mengeluarkan peringatan resmi saat jeda pertandingan, meminta suporter menghentikan segala bentuk nyanyian yang bersifat ofensif, diskriminatif, atau rasis.
Hasil tanpa gol ini juga membuat La Furia Roja kehilangan tempat teratas di ranking FIFA ke Perancis.
Ini juga menjadi kali pertama Spanyol gagal mencetak gol sejak hasil 0-0 melawan Serbia di Nations League pada September 2024.
Setidaknya, Spanyol mempertahankan catatan delapan laga tak terkalahkan jelang Piala Dunia 2026.
Sejumlah penonton terdengar melontarkan ejekan selama pertandingan, termasuk chant bernada diskriminatif pada babak pertama.
Melalui pengumuman di layar stadion, penyelenggara mengingatkan bahwa tindakan tersebut melanggar regulasi yang melarang kekerasan dan diskriminasi dalam olahraga.
Pesan tersebut juga menegaskan bahwa partisipasi dalam tindakan rasis, xenofobia, maupun homofobia dapat dikenai sanksi.
Pelatih Luis de la Fuente menurunkan susunan pemain eksperimental dalam laga ini.
Sejumlah pemain utama seperti Unai Simon, Rodri, Pedri, dan Mikel Oyarzabal memulai laga dari bangku cadangan.
Lamine Yamal tampil sebagai starter, sementara Ferran Torres dipercaya sebagai kapten.
Spanyol kesulitan menemukan ritme permainan dan hanya menciptakan peluang terbatas, termasuk melalui peluang Dani Olmo yang gagal dimaksimalkan.
Di sisi lain, Mesir hampir mencetak gol melalui Omar Marmoush, tetapi tembakannya membentur tiang gawang.
Babak kedua diwarnai sejumlah pergantian pemain yang meningkatkan intensitas serangan Spanyol.