SURABAYA, KOMPAS.com – Arus balik Lebaran 1447 H/2026 di Pelabuhan Tanjung Perak melonjak tajam. Total penumpang mencapai 59.676 orang, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya 40.312 orang.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyebut lonjakan terjadi merata, baik pada penumpang datang maupun berangkat.
“Seluruh indikator mengalami kenaikan, menunjukkan tren pertumbuhan signifikan selama arus balik Lebaran tahun ini,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Jadwal Cuti Bersama Lebaran 2026, Ini Rincian Libur, Aturan ASN, hingga Skema Mudik
Puncak arus balik terjadi pada H+7 atau 29 Maret 2026, dengan total pergerakan mencapai 13.814 penumpang dalam satu hari. Bahkan, tren peningkatan sudah terlihat sejak H+3 dan terus menanjak hingga puncak.
Secara keseluruhan, total pergerakan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 mencapai 145.968 orang. Angka ini meningkat 28,57 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 113.528 penumpang.
Agustinus menilai lonjakan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi laut. Ia juga memastikan kesiapan operasional telah dioptimalkan.
“Kami memastikan layanan berjalan lancar, aman, dan nyaman melalui peningkatan fasilitas terminal, koordinasi dengan stakeholder, serta pengaturan alur penumpang yang lebih efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Branch Manager Kalimas PT Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, mengungkapkan sejumlah rute favorit selama arus balik.
Pelabuhan tujuan yang paling diminati antara lain Balikpapan, Makassar, Lembar, Banjarmasin, hingga Kumai. Selain itu, rute lain seperti Batulicin, Labuan Bajo, Ende, Waingapu, dan Masalembo juga mengalami peningkatan trafik.
Untuk mendukung kelancaran, pihaknya menyiapkan berbagai fasilitas mulai dari tambatan kapal, ruang tunggu tambahan, hingga area buffer kendaraan guna mengantisipasi kepadatan.
“Kami juga memberikan perhatian khusus kepada penumpang prioritas seperti lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, ibu menyusui, serta penumpang dengan balita,” ujarnya.
Berdasarkan data operasional, penumpang turun tertinggi tercatat pada H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026 sebanyak 11.437 orang. Sementara penumpang naik tertinggi terjadi pada H+7 dengan jumlah 8.012 orang.
Menariknya, rute Pelabuhan Balikpapan menjadi yang paling dominan. Sebanyak 26.358 penumpang turun berasal dari Balikpapan atau 28,48 persen dari total, sementara 11.580 penumpang berangkat menuju kota tersebut.
Selama masa angkutan Lebaran 2026, tercatat 234 kapal tiba dan 233 kapal berangkat dari Tanjung Perak, dengan rata-rata 14 kunjungan kapal per hari.
Baca juga: Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak di Pekalongan, Masjid Al-Fairus Layani Ratusan Pemudik
Kinerja operator pelayaran juga mencatat kontribusi besar, dengan PT Dharma Lautan Utama menjadi penyumbang penumpang terbanyak, mencapai 81.068 orang atau 55,54 persen dari total penumpang.
Untuk H+8 atau 30 Maret 2026, dijadwalkan sebanyak 10 kapal penumpang RO-RO beroperasi di Terminal Jamrud Utara (Gapura Surya Nusantara), serta tiga kapal lainnya di Terminal Surabaya Veem.
Lonjakan ini menegaskan bahwa transportasi laut masih menjadi pilihan utama masyarakat, terutama untuk perjalanan jarak jauh antar pulau selama musim Lebaran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang