Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Salip Korsel dalam Minat Baca, Gramedia Semangat Buka Toko Buku Lagi

Kompas.com, 12 Maret 2026, 09:19 WIB
Melvina Tionardus,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah realita hidup bersama perangkat elektronik, internet, dan media sosial yang semakin canggih orang Indonesia ternyata masih gemar membaca buku.

Bahkan peringkat Indonesia secara dunia melampaui Korea Selatan dalam laporan Countries that Reads The Most Books tahun 2024 dari CEOWORLD Magazine.

Director Corporate Secretary Gramedia, Yosef Adityo menuturkan Indonesia ada di peringkat 31.

"Minat baca Indonesia menduduki peringkat 31 dengan 129 jam (baca) per tahun atau 5,91 buku. Setahun (sekitar) 6 buku ya. Banyak itu. Jadi rata-rata dua bulan baca buku satu selesai," ungkap Adityo dalam acara JEDA (Jendela Edukasi & Dialog Media) di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Adapun negara dengan warga paling rajin baca buku dipegang oleh Amerika Serikat dengan 357 jam per tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, tingkat kegemaran membaca gen z pun meningkat sebesar 72,44 persen.

Menurut Adityo, fakta inilah yang membuat Gramedia masih semangat untuk tetap mendistribusikan buku bacaan melalui toko-toko di berbagai wilayah di Indonesia.

"Ini sebuah fakta yang sangat menarik membuat kita optimis, sehingga Gramedia sebagai salah satu institusi yang saat ini masih fokus dalam dunia literasi, masih semangat untuk buka toko lagi, buka konsep baru lagi, berinovasi dan lain-lain," kata Adityo.

Saat ini, Gramedia memiliki 148 toko di seluruh Nusantara. Di sisi paling barat ada di Aceh, kemudian ada di Jayapura (Papua) dan Sorong (Papua Barat Daya) di sisi paling timur Indonesia.

Di sisi paling utara, Gramedia berada di Tarakan, Kalimantan Utara yang dekat dengan perbatasan Malaysia.

Sementara di paling selatan, Gramedia berlokasi di Kupang dan Maumere di NTT.

Dalam waktu dekat Gramedia akan kembali membuka gerai yang berkonsepkan seperti Gramedia Jalma di Blok M, Jakarta Selatan yang viral.

"Next Jalma di mana sih? Ini di Semarang nanti, (Jalan) Pandanaran, dengan konsep lebih luas, lebih longgar sehingga harapannya aktivitas di Gramedia dengan konsep sebagai ruang bertemu, sebagai ruang berinteraksi, ruang untuk berkomunitas, bersosialisasi menjadi lebih leluasa di Gramedia Jalma Semarang" tutur Adityo.

Dengan fakta gen z masih suka membaca buku itu berarti literasi masyarakat tidak rendah. Maka itu Gramedia perlu menyesuaikan diri agar relevan dengan pangsa pasar sekarang, termasuk lewat gerai Makarya dan Prose & Petals.

Baca juga: Peraih Nobel Kimia: Anak Indonesia Bisa Raih Nobel, Ajak Mereka ke Luar Negeri dan Baca Buku

Eka Kurniawan Berbagi Kisah

Penulis novel Eka Kurniawan (kanan) berbagi kisah tentang menulis cerita dalam acara JEDA (Jendela Edukasi & Dialog Media) di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026). Penulis novel Eka Kurniawan (kanan) berbagi kisah tentang menulis cerita dalam acara JEDA (Jendela Edukasi & Dialog Media) di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau