Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arus Balik Lebaran, Ini Tips Stretching agar Tidak Pegal Saat Perjalanan

Kompas.com, 29 Maret 2026, 09:30 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Perjalanan arus balik Lebaran berisiko memicu kelelahan dan pegal jika dilakukan tanpa istirahat yang cukup.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri selama perjalanan, terutama saat kondisi tubuh mulai lelah.

Dalam unggahan Instagram resmi Kementerian Kesehatan RI, @kemenkes_ri, pada Jumat (27/3/2026), ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Baca juga: Asam Urat Naik Setelah Lebaran, Menkes Sarankan Jus Seledri

Kelelahan saat perjalanan bisa bahayakan keselamatan

Menkes Budi menegaskan bahwa perjalanan jarak jauh membutuhkan kondisi tubuh yang benar-benar fit.

“Kalau capek, jangan dipaksakan. Istirahat dulu,” ujarnya dalam video tersebut.

Ia mengingatkan bahwa memaksakan diri saat tubuh lelah dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, jeda istirahat menjadi langkah penting sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Menkes Ingatkan Bahaya Microsleep Saat Mudik, Bisa Fatal dalam Hitungan Detik

Stretching membantu mengurangi pegal saat mudik

Tangkapan layar akun Instagram Kementerian Kesehatan RI @kemenkes_ri. Peregangan ringan dapat membantu mengurangi pegal akibat duduk terlalu lama selama perjalanan mudik.Instagram/@kemenkes_ri Tangkapan layar akun Instagram Kementerian Kesehatan RI @kemenkes_ri. Peregangan ringan dapat membantu mengurangi pegal akibat duduk terlalu lama selama perjalanan mudik.

Dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Bhayangkara Semarang, dr. Yuni Susilo, Sp.KFR, menyarankan pemudik untuk melakukan peregangan ringan saat beristirahat.

“Kalau sudah terasa pegal, sebaiknya lakukan stretching supaya tubuh lebih rileks,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa duduk terlalu lama selama perjalanan dapat membuat otot menjadi kaku dan memicu rasa tidak nyaman.

Baca juga: Banyak Orang Salah Pakai Bantal Leher, Ini Penjelasan Menkes

Tips stretching sederhana untuk pemudik

Berikut beberapa gerakan yang disarankan dr. Yuni untuk membantu mengurangi pegal saat perjalanan:

  • Peregangan leher

    • Gerakkan kepala ke kiri dan ke kanan secara perlahan.
    • Lanjutkan dengan menunduk ke bawah dan mendongak ke atas.
    • Ulangi gerakan ini sebanyak 5–10 kali untuk membantu mengurangi ketegangan di leher.
  • Peregangan bahu

    • Angkat bahu ke atas, lalu putar ke depan dan ke belakang.
    • Tahan setiap gerakan selama 15–30 detik.
    • Lakukan pengulangan sebanyak 2–3 kali agar otot bahu lebih rileks.
  • Peregangan punggung

    • Letakkan tangan di bagian punggung.
    • Tarik tubuh secara perlahan ke belakang dan ke depan.

Gerakan ini membantu mengurangi pegal akibat duduk terlalu lama.

  • Peregangan paha

    • Berdiri, lalu tekuk lutut ke belakang hingga kaki terangkat.
    • Tahan beberapa detik untuk meregangkan otot paha.

Latihan ini membantu menjaga kelenturan kaki selama perjalanan jauh.

Baca juga: Kasus Campak Meningkat Pesat, Menkes Budi Minta Anak Segera Divaksin

Istirahat dan stretching perlu dilakukan bersama

Kemenkes menegaskan bahwa istirahat tetap menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan.

Stretching dapat menjadi pelengkap untuk menjaga tubuh tetap nyaman selama perjalanan. Dengan kondisi tubuh yang lebih rileks, konsentrasi saat berkendara dapat terjaga.

Perjalanan arus balik Lebaran membutuhkan perhatian terhadap kondisi tubuh agar tetap fit.

Istirahat yang cukup disertai peregangan ringan dapat membantu mengurangi kelelahan dan pegal. Dengan langkah sederhana ini, perjalanan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau