Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serbia Akui Punya Rudal Supersonik China, Kroasia Langsung "Mengadu" ke NATO

Kompas.com, 15 Maret 2026, 19:46 WIB
Inas Rifqia Lainufar

Penulis

Sumber AFP, TRT World

BELGRADE, KOMPAS.com — Presiden Serbia Aleksandar Vucic pada Kamis (12/3/2026) mengonfirmasi bahwa negaranya memiliki rudal jelajah supersonik buatan China yang dipasang pada jet tempur Serbia.

Pengakuan itu muncul setelah foto-foto yang memperlihatkan rudal tersebut menempel pada pesawat tempur MiG-29 Serbia beredar luas di media sosial dan blog pertahanan.

Gambar tersebut menarik perhatian negara-negara tetangga Serbia di Balkan. Ketegangan kawasan pun meningkat karena sebelumnya Vucic menyebut Serbia bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari tiga negara sekaligus.

Baca juga: Potensi Perang Baru, Serbia Bersiap Hadapi Serangan 3 Negara Sekaligus

Foto rudal di jet tempur Serbia beredar

Foto yang beredar sejak awal pekan ini memperlihatkan rudal yang diyakini sebagai CM-400AKG buatan China terpasang pada pesawat tempur MiG-29 milik Serbia.

Menanggapi hal tersebut, Vucic akhirnya mengakui keberadaan persenjataan tersebut dalam wawancara dengan televisi nasional Serbia.

“Kami memiliki hal-hal yang tidak kami tunjukkan,” kata Vucic.

Ia menambahkan bahwa Serbia memiliki cukup banyak rudal tersebut dan berencana menambah jumlahnya.

“Kami memiliki jumlah rudal itu yang signifikan, dan kami akan memiliki lebih banyak lagi,” ujar Vucic.

Namun, ia menolak membeberkan detail lebih lanjut. Vucic hanya menyebut rudal tersebut “sangat mahal” dan “sangat efektif”.

Menurut para pakar militer, rudal CM-400AKG diyakini merupakan versi ekspor dari rudal China YJ-12. Senjata ini diperkirakan mampu melaju mendekati kecepatan hipersonik.

Ketegangan dengan negara tetangga Balkan

Kemunculan foto jet Serbia yang membawa rudal baru itu langsung memicu perhatian dari negara-negara tetangga yang pernah menjadi bagian dari Yugoslavia.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan bahwa pemerintahnya akan memperingatkan NATO mengenai perkembangan tersebut.

Ia menyebut persenjataan itu sebagai “jenis senjata baru dalam arsenal tentara Serbia”.

Reaksi ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Balkan. Sehari sebelumnya, Vucic menyatakan Serbia tengah memantau peningkatan kerja sama militer antara Kroasia, Albania, dan Kosovo.

“Mereka sedang menunggu momen yang menguntungkan. Kami sedang bersiap menghadapi serangan mereka,” ujar Vucic dalam wawancara dengan Radio Television of Serbia (RTS).

Halaman:


Terkini Lainnya
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau