Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Potensi Perang Baru, Serbia Bersiap Hadapi Serangan 3 Negara Sekaligus

Kompas.com, 13 Maret 2026, 15:53 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber TRT World

BELGRADE, KOMPAS.com - Presiden Serbia Aleksandar Vucic menyatakan bahwa pihaknya tengah memantau ketat peningkatan kerja sama militer antara Kroasia, Albania, dan Kosovo. 

Vucic bahkan mengeklaim bahwa Serbia kini dalam posisi bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari aliansi ketiga negara tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Vucic dalam sebuah wawancara bersama Radio Television of Serbia (RTS) pada Kamis (12/3/2026). 

Baca juga: Presiden Serbia Turuti Pedemo Gelar Pemilu, Gen Z Ajukan Daftar Capres

Menurutnya, pergerakan militer di negara-negara tetangga tersebut merupakan ancaman serius bagi keamanan Serbia, sebagaimana dilansir TRT World.

"Mereka sedang menunggu momen yang menguntungkan. Kami sedang bersiap menghadapi serangan mereka," ujar Vucic.

Ketegangan ini berakar pada deklarasi kerja sama pertahanan yang ditandatangani oleh Kroasia, Albania, dan Kosovo di Tirana pada 18 Maret 2025. 

Kesepakatan tersebut bertujuan untuk memperkuat keamanan kawasan serta meningkatkan interoperabilitas militer di antara ketiga negara.

Baca juga: Demo Anti-Pemerintah di Serbia Memanas, Tuntut Presiden Digulingkan

Menanggapi hal itu, Vucic menegaskan bahwa Serbia tidak tinggal diam. 

Dia menonjolkan kekuatan alat utama sistem pertahanan (alutsista) Serbia yang semakin modern sebagai bentuk pertahanan diri.

"Kami memiliki rudal hipersonik China, jenis udara-ke-darat, dengan jangkauan hingga 400 kilometer," tutur Vucic. 

Dia menyebut sistem persenjataan tersebut sebagai salah satu yang paling canggih saat ini.

Meski memperkuat militer dan menyatakan kewaspadaan tinggi, Vucic menegaskan bahwa Serbia tetap menjaga hubungan baik dengan NATO. 

Baca juga: Desa di Serbia Klaim Jadi Tempat Lahir Vampir, Ada Keanehan di Makam

Dia menyatakan Belgrade akan terus melanjutkan kebijakan netralitas militer di tengah dinamika geopolitik Balkan.

Di sisi lain, Vucic melontarkan kritik tajam kepada pemerintah Kroasia. 

Dia juga menuduh Zagreb telah mencoba merusak posisi Serbia selama satu setengah tahun terakhir dan kerap mencampuri urusan dalam negeri mereka.

Pernyataan pemimpin Serbia ini muncul di tengah perdebatan sengit mengenai kebijakan keamanan dan pertahanan di wilayah Balkan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut memang mengalami perluasan modernisasi militer yang dibarengi dengan meningkatnya ketegangan politik antarnegara.

Baca juga: Serbia Membara, Ratusan Ribu Orang Blokade Jalan Tuntut Pemilu

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Internasional
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Dihantam Krisis, PM Malaysia Ajak Rakyat Fokus Hadapi Tekanan Ekonomi
Global
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Geopolitik Global Kini: Menutup Luka Perang, Membuka Jalan Damai
Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Potensi Perang Baru, Serbia Bersiap Hadapi Serangan 3 Negara Sekaligus
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat