KOMPAS.com - Tanaman padi, jagung, dan singkong secara kumulatif menyumbang sekitar 11 persen dari total deforestasi global, melampaui kontribusi kakao, kopi, dan karet, menurut analisis antara tahun 2001 dan 2022 yang diterbitkan dalam Nature Food.
Para peneliti pun memperingatkan tanaman pokok tersebut tidak boleh lagi diabaikan dalam upaya global untuk mengurangi deforestasi.
Melansir Phys, Senin (23/2/2026) selama ini dunia menganggap biang keladi deforestasi hanya komoditas tertentu dan lupa bahwa tanaman pangan harian juga punya andil besar.
Baca juga: Akademisi IPB: Deforestasi Picu Ledakan Populasi Nyamuk
Pasalnya, memahami dampak pertanian secara utuh merupakan tantangan karena data yang ada masih terbatas secara geografis atau gagal menangkap dinamika perubahan penggunaan lahan yang penting terkait produksi pangan.
Hal ini kemudian pun akhirnya membatasi kemampuan pemerintah, perusahaan, dan masyarakat sipil untuk melacak kemajuan menuju rantai pasok bebas deforestasi dan target iklim.
Untuk mengetahui secara spesifik bagaimana dampak pertanian terhadap deforestasi, Chandrakant Singh dan Martin Persson dari Chalmers University of Technology di Swedia mengembangkan model Deforestation Driver and Carbon Emissions (DeDuCE), yang menggabungkan data satelit mengenai hilangnya tutupan pohon dengan data pertanian spasial dan statistik dari 184 komoditas pangan di 179 negara.
Mereka menemukan bahwa padi, jagung, dan singkong bersama-sama menyumbang sekitar 11 persen dari deforestasi global.
Peneliti menjelaskan secara total 121 juta hektar hutan hilang dari tahun 2001 hingga 2022 akibat perluasan lahan pertanian, padang rumput, dan hutan tanaman, yang menghasilkan emisi sebesar 41,2 gigaton karbon dioksida.
Selanjutnya, deforestasi yang terkait dengan tanaman pangan pokok ditemukan tersebar secara global, berbeda dengan komoditas lain yang produksi dan dampak deforestasinya terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Baca juga: OJK Dituntut Lebih Berani Usut Pembiayaan yang Sebabkan Deforestasi
Misalnya saja kelapa sawit merupakan masalah spesifik di Asia Tenggara dan kedelai di Amerika Selatan.
Selain itu, perluasan padang rumput menyumbang 42 persen dari deforestasi dan 52 persen dari emisi karbon.
Temuan ini meningkatkan pemahaman kita tentang dampak lingkungan dari sistem pangan pokok dan dapat memberikan masukan bagi inventarisasi gas rumah kaca nasional serta mendukung kerangka regulasi. Studi ini juga menyoroti variasi kualitas data spasial dan statistik berdasarkan wilayah dan komoditas.
Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya