Kadar karbon dioksida di mangrove di Amazon, Brasil, dan India, disebut sudah sangat tinggi. Dibandingkan dengan mangrove yang jauh dari khatulistiwa, sistem di wilayah tropis ini sudah bekerja hampir di batas kemampuannya.
"Habitat yang sangat beragam ini mungkin akan menjadi yang pertama kali kehilangan spesies-spesies yang sensitif seiring dengan meningkatnya suhu lautan dan kadar karbon dioksida," kata Reithmaier.
Tekanan lingkungan yang meningkat secara bertahap dapat mengurangi keanekaragaman hayati di ekosistem mangrove. Dengan demikian, hanya spesies yang paling tahan banting yang bisa bertahan.
Dampak ini diperkirakan akan memberikan pukulan keras bagi negara-negara berkembang di wilayah tropis. Hal itu karena perikanan dan mata pencaharian pesisir mereka sangat bergantung pada mangrove.
"Kemungkinan besar, jenis ikan yang paling dibutuhkan masyarakat adalah jenis yang paling terdampak parah," terang Reithmaier.
Baca juga:
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya