Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pertamina Perkenalkan Program Hutan Lestari di Sejumlah Daerah

Kompas.com, 24 Maret 2026, 13:05 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertamina memperkenalkan program Hutan Lestari kepada berbagai kelompok masyarakat di Indonesia sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Program tersebut dijalankan melalui pendekatan edukasi dan pendampingan, termasuk melalui Sekolah Hutan Lestari, yang mendorong perubahan pola pengelolaan hutan dari aktivitas eksploitatif menjadi berbasis konservasi dan produktivitas.

Salah satu penerima manfaat dari program ini adalah Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Margo Rukun di Ulubelu, Lampung.

Baca juga: Mitigasi Bencana, Pertamina Patra Niaga Tanam 1.300 Pohon Saninten

Anggota KUPS Margo Rukun, Wastoyo, mengatakan masyarakat sebelumnya menggantungkan hidup dari aktivitas yang berpotensi merusak hutan.

“Dulu, menebang pohon adalah cara instan kami untuk menyambung hidup karena ketidaktahuan,” ujarnya dikutip dari siaran pers, Selasa (24/3/2026).

Melalui program tersebut, kelompok masyarakat mulai beralih ke kegiatan budidaya berbasis kehutanan berkelanjutan, seperti penanaman pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dan pengolahan limbah kopi menjadi pupuk organik.

KUPS Margo Rukun juga tercatat telah menanam sekitar 50.000 bibit pohon untuk mendukung pemulihan lahan serta mengembangkan usaha berbasis kehutanan sosial. Saat ini, kelompok tersebut mampu mencatatkan omzet hingga Rp2,2 miliar per tahun dari berbagai kegiatan produktif.

Program di Bali

Program Hutan Lestari juga dijalankan di sejumlah wilayah lain, seperti Bali dan Cilacap. Di kawasan Hutan Mahawana Basuki Besakih, Bali, program ini mendorong pengembangan ekonomi berbasis hasil hutan bukan kayu, seperti madu, serta wisata alam.

Sementara itu, di Kampung Laut, Cilacap, program restorasi mangrove dilakukan melalui pembibitan mandiri yang mampu menghasilkan hingga 800.000 bibit mangrove per tahun, sekaligus mendukung pemulihan ekosistem pesisir.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan program ini mengintegrasikan upaya pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat.

“Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan hutan,” ujar Baron.

Baca juga: Pertamina Andalkan Strategi Migas Tetap Jalan, Geothermal Jadi Masa Depan

Secara keseluruhan, program Hutan Lestari telah menanam lebih dari 8 juta pohon, termasuk tanaman produktif dan mangrove, serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan konservasi dan pengelolaan sumber daya alam.

Inisiatif ini juga dikaitkan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, termasuk penguatan ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, dan penanganan perubahan iklim.

Mari berkontribusi langsung dalam upaya mencegah dan mengatasi masalah STUNTING di Indonesia. Ikut berdonasi dengan klik Kompas.com Jernih Berbagi.

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Swasta
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Pemerintah
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
LSM/Figur
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Pemerintah
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Swasta
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
Swasta
Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Pemerintah
Jelang Kemarau, Hujan Diprediksi Masih Terjadi di Indonesia hingga Sepekan ke Depan
Jelang Kemarau, Hujan Diprediksi Masih Terjadi di Indonesia hingga Sepekan ke Depan
Pemerintah
Mengintip Desa Manemeng yang Kembangkan Ekonomi Berbasis Gotong Royong dan Potensi Lokal
Mengintip Desa Manemeng yang Kembangkan Ekonomi Berbasis Gotong Royong dan Potensi Lokal
BUMN
Anthropic dan OpenAI Rekrut Spesialis Bahan Peledak, Cegah AI Disalahgunakan
Anthropic dan OpenAI Rekrut Spesialis Bahan Peledak, Cegah AI Disalahgunakan
Swasta
Bahan Kimia Abadi PFAS Berpotensi Picu Kerugian Bagi Perusahaan
Bahan Kimia Abadi PFAS Berpotensi Picu Kerugian Bagi Perusahaan
Pemerintah
Kimchi Bantu Bersihkan Tubuh dari Nanoplastik, Benarkah?
Kimchi Bantu Bersihkan Tubuh dari Nanoplastik, Benarkah?
LSM/Figur
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau