Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Habiskan Waktu di Alam Bantu Jaga Kesehatan Mental Karyawan

Kompas.com, 24 Maret 2026, 17:32 WIB
Monika Novena,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

Sumber PHYSORG

KOMPAS.com - Bila perusahaan memperbaiki kebijakan dan fasilitas luar ruangannya sehingga para pekerja bisa lebih sering menikmati udara segar, kesehatan mental mereka pun bisa jadi lebih baik.

Hal tersebut merupakan hasil studi dari Cornell University di New York, Amerika Serikat, yang dipublikasikan Maret 2026 di Science Direct.

Baca juga:

"Kebijakan kantor yang mendukung staf untuk menikmati alam saat jam kerja bisa jadi cara murah dan adil untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus menghemat biaya dalam skala besar," kata salah satu penulis studi dan profesor di Cornell University, Gen Meredith, dilansir dari Phys.org, Selasa (24/3/2026).

Manfaat habiskan waktu di alam untuk pekerja

Stres kerja berpengaruh pada kesehatan mental

Studi menunjukkan, akses ke ruang terbuka hijau di kantor termasuk mencegah stres kerja serta meningkatkan fokus karyawan.PEXELS/MIN AN Studi menunjukkan, akses ke ruang terbuka hijau di kantor termasuk mencegah stres kerja serta meningkatkan fokus karyawan.

Penelitian ini mencatat, stres akibat pekerjaan bisa merusak kesehatan mental karyawan dan merugikan perusahaan akibat penurunan produktivitas dan biaya kesehatan.

Di sisi lain, banyak riset menunjukkan bahwa meluangkan waktu di alam memberikan efek pemulihan.

Dengan pemikiran tersebut, tim peneliti dari Cornell University mempelajari manfaat ruang terbuka hijau di tempat kerja modern, yang mana beban kerja yang tinggi, jadwal yang kaku, serta budaya kerja yang negatif sering kali memperparah tingkat stres karyawan. 

Para peneliti melakukan pengamatan selama dan setelah pandemi Covid-19, saat aturan kerja mulai berubah.

Hasilnya menunjukkan, saat bekerja dari rumah (work from home atau WFH), karyawan lebih sering meluangkan waktu di ruang terbuka hijau untuk melepas stres dan menjaga kesehatan mental mereka.

"Menghabiskan waktu lima menit saja di luar ruangan yang asri dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan, meningkatkan fokus, serta membuat perasaan jadi lebih baik," ujar Meredith.

Sayangnya, kebiasaan berinteraksi dengan alam ini hilang saat karyawan kembali bekerja di kantor.

Hal ini disebabkan oleh beberapa hambatan, seperti kurangnya waktu luang pada jam kerja, waktu perjalanan yang lama, dan kurangnya sinar matahari.

Selain itu, ada perasaan bahwa budaya kantor tidak mendukung karyawan yang meninggalkan meja kerja mereka.

Hambatan-hambatan ini juga berbeda-beda, tergantung pada jenis jabatan, status pekerjaan, dan latar belakang karyawan.

Baca juga: 

Perlu perubahan di kantor

Studi menunjukkan, akses ke ruang terbuka hijau di kantor termasuk mencegah stres kerja serta meningkatkan fokus karyawan.freepik.com Studi menunjukkan, akses ke ruang terbuka hijau di kantor termasuk mencegah stres kerja serta meningkatkan fokus karyawan.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Terkini Lainnya
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
ASN Didorong Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Evaluasi Kebijakan Publik
Pemerintah
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
Wilayah China Tengah Diidentifikasi Jadi Pusat Keanekaragaman Hayati Global Terbaru
LSM/Figur
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
IESR: Pemerintah Harus Transparan Ungkap Data Pasokan Energi ke Publik
LSM/Figur
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan 'Skill Editing' Dihargai Rp 0
Pekerja Industri Kreatif Kecewa Ide dan "Skill Editing" Dihargai Rp 0
Pemerintah
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Gandeng IAEA dan Negara Mitra, Singapura Matangkan Pemanfaatan PLTN
Pemerintah
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan dan Konservasi
Pemerintah
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Pendaftaran SATU Indonesia Awards Resmi Dibuka, Cek Persyaratannya
Swasta
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Harga CPO Global Diproyeksi Naik pada Q2 2026, Dipicu Ketegangan Timur Tengah
Swasta
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Transformasi Hijau Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi China
Pemerintah
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
Auriga Ungkap Deforestasi Indonesia Naik 66 Persen, Terluas di Kalimantan
LSM/Figur
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Meski Menjijikkan, Kecoak Bisa Menjadi Solusi atasi Sampah Plastik
Pemerintah
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Program Rumpon Bantu Nelayan Wawonii Tenggara Lebih Terencana
Swasta
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
UT Corporate University Dapat Sertifikat Hijau, Hemat Energi hingga 67 Persen
Swasta
Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Uni Eropa Borong Panel Surya hingga EV di Tengah Krisis Energi
Pemerintah
Jelang Kemarau, Hujan Diprediksi Masih Terjadi di Indonesia hingga Sepekan ke Depan
Jelang Kemarau, Hujan Diprediksi Masih Terjadi di Indonesia hingga Sepekan ke Depan
Pemerintah
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau